Abstrak


Transpor sedimen di Sungai Asem Gondok (Studi kasus: Ruas Tremas -Arjosari -Nawangan)


Oleh :
Edi Setiawan - S941608002 - Pascasarjana

ABSTRAK

Sungai memiliki peran yang sangat penting bagi masyarakat. Meskipun demikian, sungai-sungai di Indonesia juga memiliki berbagai masalah, yaitu erosi dan sedimentasi yang terjadi di banyak sungai di Indonesia, salah satunya adalah Sungai Asem Gondok. Karena masalah ini, sangat penting untuk di lakukan analisis transport sediment. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh jumlah angkutan sediment. Metode penelitian di Sungai Asem Gondok ini dilaksanakan dengan cara, melakukan pengambilan sample sedimen di  lokasi 1 s/d 4, kemudian di lakukan  analisa di laboratorium. Metode analisa  transport sediment dengan  metode Meyer Peter Muler (MPM) dan menggunakan software  HEC-RAS 5.0.7. Analisa metode Meyer Peter Muler (MPM) transpor sedimen  di  lokasi 1: 72,36 m3/hari, lokasi 2: 35,86 m3/hari, lokasi 3: 60,98 m3/hari, lokasi 4 : 71,13 m3/hari. Analisa menggunakan software  HEC-RAS 5.0.7 transpor sedimen 17,46 m3/hari di lokasi satu, dilokasi dua transpor sedimen 21,88 m3/hari, dilokasi tiga transpor sedimen 28,46 m3/hari, di lokasi empat  transpor sedimen 31,81 m3/hari. Hasil analisa degradasi menunjukan bahwa sungai di  lokasi satu, di 350 m,  terjadi penurunan rata-rata sebesar 6.28 cm/bulan. Di lokasi dua, di 600 m, terjadi penurunan rata-rata, sebesar  2.0 cm/bulan. Di lokasi tiga, di 950 m, terjadi penurunan rata-rata sebesar  0.45 cm/bulan. Di lokasi empat, di 1250 m,  tidak terjadi degradasi.

Kata Kunci : SUNGAI; TRANSPOR SEDIMEN; HEC-RAS 5.0.7; METODE MPM;