Abstrak


Pengaturan kerapatan populasi dan pemberian pupuk kandang pada tanaman alfalfa (Medicago sativa L.)


Oleh :
Asri Nurani Tri Hartanti - H.0103051 - Fak. Pertanian

ABSTRAK Prospek pengembangan budidaya dan produksi tanaman obat semakin cerah dan amat strategis, sejak didengungkan prinsip ”kembali ke alam,” baik di dalam negeri maupun luar negeri. Hal ini merupakan kesempatan untuk mengembangkan tanaman obat menjadi komoditi yang kompetitif. Alfalfa merupakan salah satu jenis pakan ternak yang sekarang ini banyak digunakan sebagai suplemen bagi manusia karena mengandung klorofil yang tinggi. Klorofil mengandung sekitar 60 senyawa yang tergolong ke dalam vitamin, mineral, asam amino dan enzim. Klorofil sebagai hasil utama tanaman Alfalfa akan meningkat seiring peningkatan intensitas cahaya yang sampai ke tajuk tanaman. Selain cahaya, nitrogen merupakan unsur hara yang berperan dalam pembentukan klorofil. Penambahan pupuk kotoran ayam yang mengandung nitrogen tinggi (1,7%) diharapkan dapat lebih menstimulasi pembentukan klorofil pada tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui populasi dan dosis pupuk kotoran ayam optimum serta mengetahui kombinasi perlakuan terbaik untuk menghasilkan pertumbuhan dan hasil panen optimum Alfalfa. Penelitian ini dilaksanakan mulai bulan April 2008 sampai dengan Juli 2008 di Desa Kalisoro, Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar (1.200 m dpl). Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) faktorial dengan tiga ulangan. Faktor yang diuji adalah populasi (16, 20 dan 25 tanaman/m2) dan dosis pupuk kotoran ayam (7, 14 dan 21 ton/Ha). Hasil penelitian menunjukkan bahwa baik pengaturan populasi maupun dosis pemberian pupuk kotoran ayam tidak berpengaruh nyata terhadap kadar klorofil sebagai produk utama Alfalfa. Interaksi antara kedua perlakuan hanya terjadi pada kadar klorofil b umur 13 MST. Tanaman pada populasi 25 tanaman/m2 menghasilkan kadar klorofil total tertinggi yaitu sebesar 43081,2 μg/m2 dan tanaman pada populasi 20 tanaman/m2 menghasilkan kadar klorofil total terendah yaitu sebesar 32895,0 μg/m2. Tanaman pada dosis pemberian pupuk kotoran ayam 21 ton/Ha menghasilkan kadar klorofil total tertinggi yaitu sebesar 38291,8 μg/m2 dan tanaman pada dosis pemberian pupuk kotoran ayam 7 ton/Ha menghasilkan kadar klorofil total terendah yaitu sebesar 34747.3 μg/m2.