Abstrak


Pengaruh penggunaan pakan suplemen yang mengandung bungkil kedelai terhadap kecernaan nutrien ransum sapi peranakan ongole jantan


Oleh :
Murniati - H.0503060 - Fak. Pertanian

ABSTRAKSI Sapi merupakan salah satu komoditas peternakan yang bisa dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan daging. Pemeliharaan ternak dipeternakan rakyat yang hanya mengandalkan hijauan berkualitas rendah belum mencukupi nutrien yang dibutuhkan ternak. Diperlukan pakan suplemen yang mampu menunjang kekurangan nutrien pada ternak. Bungkil kedelai sebagai sumber protein yang lolos degradasi rumen, daun ketepeng dan minyak ikan lemuru sebagai penekan gas methan serta urea dan molases dapat membantu sintesis protein. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan pakan suplemen yang mengandung bungkil kedelai terhadap kecernaan nutrien ransum sapi Peranakan Ongole jantan. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Bendosari Kabupaten Sukoharjo mulai 1 Agustus sampai 24 Oktober 2007. penelitian ini menggunakan sembilan ekor sapi PO jantan, dibagi ke dalam tiga perlakuan dan tiga ulangan, masing-masing ulangan digunakan satu ekor sapi. Perlakuan yang diberikan yaitu P0 (10 persen rumput lapangan + 90% jerami padi), P1 (P0 + pakan suplemen+daun ketepeng) dan P2 (P0 + pakan suplemen+ minyak ikan lemuru). Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola searah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata dari ketiga macam perlakuan yaitu P0, P1 dan P2 berturut-turut untuk konsumsi bahan kering 3443,51; 4768,52; 5043,57 (g/ekor/hari), konsumsi bahan organik 2761,29; 3851,09; 4083,06 (g/ekor/hari), konsumsi protein kasar 298,06; 704,28; 749,11 (g/ekor/hari), konsumsi serat kasar 1320,35; 1464,52; 1521,99 (g/ekor/hari), kecernaan bahan kering 40,32; 53,34; 50,00 (persen), kecernaan bahan organik 41,78; 54,46; 51,08 (persen), kecernaan protein kasar 49,55; 73,32; 70,80 (persen), kecernaan serat kasar 71,64; 67,57; 62,24 (persen). Hasil analisis variansi menunjukkan bahwa penggunaan pakan suplemen yang mengandung bungkil kedelai berbeda sangat nyata (P≤0,01) untuk konsumsi bahan kering, bahan organik serta konsumsi protein kasar, tetapi berbeda tidak nyata(P>0,05) untuk konsumsi serat kasar. Hasil analisis variansi menunjukkan bahwa penggunaan pakan suplemen yang mengandung bungkil kedelai berbeda tidak nyata (P>0,05) untuk kecernaan bahan kering, bahan organik dan serat kasar, tetapi berbeda sangat nyata (P≤0,01) untuk kecernaan protein kasar. Kesimpulan penelitian ini adalah penggunaan pakan suplemen yang mengandung bungkil kedelai dapat mempengaruhi konsumsi dan kecernaan bahan kering, bahan organik dan protein kasar sapi PO jantan yang mendapat pakan basal jerami padi dan rumput lapangan. Kata kunci : pakan suplemen, bungkil kedelai, sapi PO jantan, kecernaan ransum