Abstrak


Hubungan Lama Pengobatan Fenitoin Dengan Kejadian Neuropati Perifer Pada Pasien Epilepsi Di Rsud Dr. Moewardi Surakarta


Oleh :
Teddy Tejomukti - S551508004 - Pascasarjana

ABSTRAK

Epilepsi merupakan salah satu penyakit neurologi tertua yang ditemukan pada semua umur yang dapat menyebabkan kecacatan serta kematian. Salah satu obat yang digunakan untuk pengobatan berbagai bentuk epilepsi adalah fenitoin. Ada beberapa efek samping yang disebabkan obat fenitoin, salah satunya neuropati perifer. Neuropati terkait fenitoin disebabkan karena efek stabilisasi kanal natrium sehingga membuat gangguan konduksi saraf pada polineuropati yang asimtomatik dan simtomatik reversibel. Neuropati perifer merupakan proses patologi yang mengenai susunan saraf perifer, berupa proses demielinisasi atau degenerasi aksonal atau kedua-duanya. Neuropati termasuk neuron sensorik dan motorik. Saraf yang sering terkena neuropati sensorik nervus suralis, sedangkan saraf yang sering terkena neuropati motorik nervus peroneal. Neuropati perifer dapat disebabkan oleh beberapa kondisi, seperti diabetes, penyakit ginjal, porfiria, defisiensi vitamin B1, B6, B12 dan asam folat. Keterlambatan diagnosis dan perawatan neuropati perifer dapat menimbulkan beberapa komplikasi, salah satunya tidak merasakan perubahan suhu atau rasa sakit pada bagian tubuh yang mati rasa sehingga dapat terjadi luka bakar, trauma kulit dan infeksi. Studi elektrodiagnostik memainkan peran penting dalam evaluasi pasien dengan gangguan neuromuskuler. Studi konduksi saraf (NCS) dan electromyography (EMG) jarum merupakan inti dari studi elektrodiagnostik.
Mengetahui hubungan lama pengobatan fenitoin dengan kejadian neuropati berdasarkan studi konduksi saraf pada pasien epilepsi di RSUD Dr. Moewardi Surakarta
Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif analitik observasional dengan pendekatan cross sectional, dengan populasi sampel pasien epilepsy yang dirawat di ruang rawat inap dan poliklinik pada periode bulan Juli-September 2019, didapatkan n (51) subjek penelitian sesuai kriteria inklusi dan eksklusi yang telah ditentukan
Terdapat hubungan yang signifikan secara statistik antara skor neuropati sensorik dengan lama pengobatan fenitoin (p=0,000) secara analisis  bivariat. Namun tidak didapatkan hubungan yang signifikan secara statistik antara skor neuropati sensorik dengan usia (p=0,405) serta dosis harian fenitoin (p=0,817) secara bivariat. Didapatkan pula hasil yang berhubungan signifikan secara statistik antara sor neuropati motorik dengan lama pengobatan (p=0,001) secara bivariat. Tetapi tidak tidak didapatkan hubungan yang signifikan secara statistik antara skor neuropati motorik dengan usia (p=0,355) serta dosis harian (p=0,302) secara bivariat. Hasil uji regresi logistik didapatkan nilai signifikansi lama pengobatan fenitoin (p=0,005) terhadap neuropati sensorik dan juga nilai signfikansi lama pengobatan fenitoin (p=0,020) terhadap neuropati motorik.
Kejadian neuropati berhubungan signifikan secara statistik dengan lama pengobatan fenitoin pada uji regresi logistik.