Abstrak


Pengembangan Modul Berbasis Keterampilan Berpikir Kritis Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Pada Materi Sistem Peredaran Darah Manusia


Oleh :
Yoga Dwija Wicaksana - S831408041 - Pascasarjana

ABSTRAK

Penelitian bertujuan untuk: 1) mengembangkan modul berbasis keterampilan berpikir kritis pada materi sistem peredaran darah manusia; 2) menentukan kelayakan modul; dan 3) menguji keefektifan modul berbasis keterampilan berpikir kritis untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik.
Prosedur pengembangan modul menggunakan model Borg dan Gall yang telah dimodifikasi menjadi sembilan tahapan yaitu: 1) penelitian dan pengumpulan informasi; 2) perencanaan; 3) pengembangan produk modul awal; 4) validasi; 5) perbaikan produk pertama; 6) uji lapangan terbatas; 7) perbaikan produk kedua; 8) uji lapangan operasional; dan 9) perbaikan produk akhir. Kelayakan modul pengembangan ditentukan berdasarkan hasil uji lapangan terbatas ke dua orang guru dan lima belas peserta didik serta validasi ke penelaah modul sesuai dengan bidang keahliannya. Validasi modul pengembangan dilakukan ke lima bidang keahlian, yaitu ahli pengembangan modul, ahli materi sistem peredaran darah manusia, ahli pengembangan soal, ahli desain dan tata letak modul, serta ahli bahasa dan keterbacaan. Uji keefektifan modul yang digunakan adalah pre test – post test nonequivalent control group design. Data pre test dan post test dianalisis menggunakan uji ancova.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) peningkatan persentase komponen berpikir kritis modul pengembangan berdasarkan konten dan konteks adalah 43,75%--81,35?n 49,31%--82,99% ; 2) modul berbasis keterampilan berpikir kritis dinyatakan layak digunakan sebagai bahan ajar materi sistem peredaran darah manusia dengan rata-rata nilai 89,01; 3) modul berbasis keterampilan berpikir kritis efektif dalam meningkatkan hasil belajar pada materi sistem peredaran darah manusia dengan sumbangan efektif sebesar 64%. Kesimpulan yang didapatkan berdasarkan hasil penelitian adalah pengembangan modul berbasis keterampilan berpikir kritis dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik.