Abstrak


Pengaruh Ekstrak Daun Ciplukan (Physalis Angulata L.) terhadap Histopatologi Aorta Tikus (Rattus Norvegicus) Model Hiperkolesterolemia


Oleh :
Amelia Imas Voleta - G0013024 - Fak. Kedokteran

Abstrak

Pendahuluan: Hiperkolesterolemia adalah suatu kondisi dimana meningkatnya konsentrasi kolesterol dalam darah melebihi normal. Keadaan ini dapat memicu pembentukan ROS (reactive oxygen species) yang berperan dalam proses aterosklerosis. Daun Ciplukan (Physalis angulata L.) yang mengandung flavonoid, saponin, dan tanin diduga mampu melindungi aorta dari paparan radikal bebas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak daun ciplukan terhadap histopatologi aorta tikus model hiperkolesterolemia.

Metode: Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorik dengan the post test only controlled group design. Subjek penelitian berupa tikus (Rattus norvegicus) jantan, berumur 2-3 bulan, dan berat badan 150-200 gram. Sampel 24 tikus dibagi secara random dalam 4 kelompok, masing-masing terdiri dari 6 tikus, yaitu : Kelompok Normal (KN), kelompok Kontrol Negatif [(Kn(-)], Kelompok Perlakuan 1(Kp1) dan, Kelompok Perlakuan 2 (Kp2). Ekstrak yang digunakan adalah ekstrak etanol daun ciplukan (Physalis angulata L.) dengan dosis 100 mg/200 g BB tikus dan 300 mg/200 g BB tikus. Perlakuan diberikan 14 hari berturut-turut, yaitu pada hari ke 8-21. Pada hari ke-22 tikus diterminasi secara neck dislocation dan aorta tikus dibuat preparat dengan blok paraffin dengan pengecatan Hematoksilin Eosin (HE). Pembacaan dilakukan dengan menghitung jumlah sel busa diantara 100 sel kemudian diukur skor lesi aterosklerosis berdasarkan Joong et al (2007). Data dianalisis  dengan  uji  Kruskal  Wallis  dan  uji  Post  Hoc  Multiple  Comparisons (?=0,05).

Hasil: Proporsi skor aterosklerosis terbesar pada KN, Kn(-), Kp1, dan Kp2 berturut- turut yaitu 83,33% untuk skor 0, 100% untuk skor 4, 50% untuk skor 1 dan 66,67% untuk skor 1. Uji Kruskal Wallis menunjukkan perbedaan rerata skor aterosklerosis yang signifikan dengan nilai p=0,001 (p<?). Uji Post Hoc juga menunjukkan nilai yang signifikan pada pasangan kelompok Kn(-) dengan KN, Kn(-) dengan Kp1, Kn(-) dengan Kp2, KN dengan Kp2. Sedangakan uji post hoc tidak menunjukkan hasil yang signifikan pada pasangan kelompok Kp1 dengan Kp2 dan KN dengan Kp1.

Kesimpulan: Ada pengaruh ekstrak daun ciplukan (Physalis angulata L.) terhadap histopatologi aorta tikus model hiperkolesterolemia.

Kata Kunci : Ekstrak daun ciplukan, hiperkolesterolemia, aterosklerosis