Abstrak


Kajian Antropologi Sastra dan Nilai Pendidikan Karakter dalam Novel Keling Kumang Karya R. Masri Sareb Putra Serta Relevansinya dengan Pembelajaran Sastra di Sekolah Menengah Kejuruan


Oleh :
Saptiana Sulastri - S841508025 - Pascasarjana

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan dan menjelaskan unsur-unsur intrinsik dalam novel Keling Kumang, (2) mendeskripsikan dan menjelaskan unsur-unsur budaya Dayak Iban dalam novel Keling Kumang, (3) mendeskripsikan dan menjelaskan nilai pendidikan karakter yang terdapat dalam novel Keling Kumang, (4) mendeskripsikan dan menjelaskan relevansi unsur-unsur budaya Dayak Iban dan nilai pendidikan karakter dalam novel Keling Kumang dengan pembelajaran sastra di Sekolah Menengah Kejuruan.
Penelitian ini menggunakan bentuk kualitatif deskriptif dengan teknik analisis isi. Kegiatan yang dilakukan adalah membaca, mencermati, menafsirkan, dan menganalisis novel. Data dalam penelitian ini adalah kutipan berupa narasi dan dialog yang berhubungan dengan unsur-unsur budaya Dayak Iban dan nilai pendidikan karakter. Sumber data dalam penelitian ini adalah (1) novel Keling Kumang, (2) informan yaitu pengarang novel, guru, dan siswa, (3) Dokumen berupa RPP dan Silabus. Validitas data menggunakan triangulasi data. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis model interaktif dengan teknik analisis isi yang meliputi tiga komponen yaitu: reduksi data, penyajian data, dan simpulan.
Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa (1) unsur-unsur intrinsik meliputi tema yaitu kehidupan masyarakat Dayak Iban yang selalu menjunjung tinggi adat istiadat, alur yaitu alur campuran, tokoh dan penokohan ditemukan 11 tokoh dengan penokohan antagonis dan protagonis, latar meliputi tempat: rumah punjung, rumah sepan, ruai, sungai, hutan, waktu: pagi, sore, dan senja hari, sosial: bergotong royong dan menjunjung tinggi adat istiadat, sudut pandang: orang ketiga serba tahu, dan amanat: sikap kepedulian sosial dan selalu menjunjung tinggi adat istiadat. (2) unsur-unsur budaya Dayak Iban meliputi: (a) sistem religi dan upacara keagamaan yaitu animisme dan dinamisme, (b) sistem organisasi kemasyarakatan yaitu melah pinang dan pangurus adat, (c) sistem pengetahuan yaitu konsep tempat tinggal, pengobatan tradisional, dan ladang berpindah, (d) bahasa yaitu bahasa Iban, (e) kesenian yaitu sastra lisan, kerajinan tangan, alat musik tradisional, (f) mata pencaharian yaitu berburu, berladang, dan mengumpulkan hasil hutan, (g) sistem teknologi dan peralatan yaitu sumpit dan mandau, (3) Nilai pendidikan karakter yang terungkap yaitu 8 nilai meliputi: nilai religius, jujur, toleransi, disiplin, kreatif, peduli lingkungan, peduli sosial, dan tanggung jawab serta memiliki relevansi dengan pembelajaran sastra di Sekolah Menengah Kejuruan dilihat dari aspek kevalidan dan aspek kesesuaian. Adapun nilai yang dominan adalah nilai peduli sosial.

Kata Kunci : antropologi sastra, unsur-unsur kebudayaan, nilai pendidikan karakter, relevansi pembelajaran