Abstrak


Korelasi antara Kadar Copeptin, Score PSI dengan Waktu dimulai Terapi Sulih Antibiotik dari Intravena Ke Oral dan Lama Rawat Inap pada Pneumonia Komunitas


Oleh :
Risky Irawan - S601402002 - Pascasarjana

ABSTRAK

Pneumonia merupakan masalah kesehatan di dunia. Angka kematian pneumonia tinggi di negara berkembang dan negara maju. Pengukuran kadar AVP sebagai stimulus stress akibat inflamasi dalam sirkulasi darah merupakan hal yang sulit sehingga dipilihlah copeptin karena dilepaskan dalam jumlah yang sebanding dan lebih stabil.
Studi prospektif observasional dengan pendekatan korelatif pada 25 pasien pneumonia komunitas yang dirawat di RSUD Dr. Moewardi bulan Juli-Agustus tahun
2017. Pengambilan sampel dilakukan dengan cara consecutive sampling.
Karakteristik subyek berupa umur, pendidikan, pekerjaan, derajat merokok, indeks masa tubuh (IMT), dan penyakit penyerta ditemukan nilai p>0,05, sehingga pada penelitian ini diketahui tidak ada perbedaan yang signifikan antara karateristik dasar subyek penelitian dengan lama terapi sulih dan lama rawat inap. Hasil uji independent t test skor PSI terhadap terapi sulih dan lama rawat inap didapatkan nilai p masing-masing
0,000 dan 0,001 (p<0 xss=removed xss=removed xss=removed xss=removed xss=removed xss=removed>0,308 sedangkan prediktor lama rawat inap adalah 27,39 pada sensitivity = 0, 900 dan
1-specificity = 0,200. Variabel skor PSI didapatkan nilai OR = 26.000 (3.032- 222.928). Hasil uji chi square nilai p= 0,002 (p<0 xss=removed>405.897). Hasil uji fisher exact test nilai p= 0,001 (p<0 r=0,694; p=0,000). r=0,579; p=0,000). r=0,551; p=0,004). r=0,604; p=0,001).>

Kata kunci: Pneumonia komunitas, Copeptin, Score PSI,Terapi sulih, Lama rawat inap