Abstrak


Pengaruh Media Terkondisi Sel Punca Mesenkimal (Adiposa dan Wharton’s Jelly) Terhadap Pencegahan Pembentukan Skar Hipertrofi Pada Kulit Tikus


Oleh :
Gita Hening Bunga - S201302002 - Pascasarjana

Latar Belakang
Penyembuhan luka dapat menyebabkan timbulnya skar hipertrofi. Terdapat beberapa faktor
yang mempengaruhi pembentukan skar tersebut. Media terkondisi sel punca jaringan adiposa (ADSC-CM)   dan   media   terkondisi   sel   punca   jaringan   Wharton   Jelly   (WJSC-CM) mengandung beberapa faktor pertumbuhan yang diperkirakan berperan dalam pencegahan pembentukan skar hipertrofi.
Tujuan
Mengetahui  pengaruh  injeksi  ADSC-CM  dan  injeksi  WJSC-CM  terhadap  pencegahan
pembentukan skar hipertrofi pada kulit tikus
Metode Penelitian
Penelitian  eksperimental  dengan  tikus  dilakukan  di  Animal  House  Bagian  Farmakologi
Fakultas Kedokteran Universitas Gajah Mada (FK UGM). Sampel sebanyak 24 tikus dibagi menjadi 4 kelompok yaitu kelompok I diberikan injeksi media Dulbecco’s Modified Eagle Medium (DMEM) 0,2 ml perilesi, kelompok II diberikan injeksi ADSC-CM 0,2 ml perilesi, kelompok III diberikan injeksi WJSC-CM 0,2 ml perilesi, dan kelompok IV tidak diberi perlakuan. Sebelum injeksi pada punggung tikus dibuat luka dengan biopsi punch 1 cm. Pengukuran diameter luka dilakukan pada hari ke 0, 14, 21 dan 28. Pada hari ke 28 dilakukan biopsi ulang pada area bekas luka, dan jaringan dilakukan  pemeriksaan histopatologi dengan pewarnaan hematoxyllin eosin di Laboratorium Patologi Anatomi FK UGM untuk menilai Scar Elevation Index (SEI.
Hasil
Uji one way analysis of variance (ANOVA) pengukuran diameter luka hari ke 0 dan 21 tidak
menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan (p>0.05). Uji Man Whitney pada hari ke 14 menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara kelompok I dengan II dan kelompok I dengan III (p<0>0.05). Dari interpretasi SEI didapatkan pada kelompok I skar hipertrofi yang terbentuk sebanyak
83,33%, kelompok II 66,67%, kelompok III 50?n kelompok IV 100%. Data tersebut menunjukkan pemberian  WJSC-CM menunjukkan prosentase skar hipertrofi  yang paling rendah dibanding ADSC-CM, DMEM maupun tanpa perlakuan, meskipun secara statistika tidak signifikan.
Kesimpulan
Injeksi WJSC-CM memiliki potensi lebih besar dalam mencegah pembentukan skar hipertrofi
dibandingkan ADSC-CM. Diperkirakan hal tersebut berhubungan dengan kadar bFGF yang lebih tinggi, serta TGF?1 yang lebih rendah pada media WJSC-CM
Kata kunci: ADSC-CM, skar hipertrofi, scar elevation index, WJSC-CM