Abstrak


Pengaruh Pendekatan Scientific Dalam Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dan Think-Pair-Share (TPS) terhadap Higher Order Thinking Skills pada Pembelajaran Prakarya dan Kewirausahaan di SMK ditinjau dari Internal Locus Of Control


Oleh :
Leni Widiawati - S991608006 - Pascasarjana

Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengetahui perbedaan higher order thinking skills antara peserta didik yang pembelajarannya menggunakan pendekatan scientific dalam model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dengan pendekatan scientific dalam model pembelajaran Think-Pair-Share (TPS). 2) mengetahui perbedaan higher order thinking skills antara peserta didik yang memiliki internal locus of control tinggi dan rendah. 3) mengetahui interaksi pengaruh antara pendekatan scientific dalam model pembelajaran dengan internal locus of control terhadap higher order thinking skills.
Jenis penelitian ini merupakan penelitian quasi experiment dengan desain faktorial 2x2. Populasi penelitian ini adalah seluruh peserta didik kelas XI SMK Surakarta dengan  jurusan bisnis dan manajemen. Teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling. Sampel pada penelitian ini sebanyak 111 peserta didik yang meliputi 39 peserta didik SMK Batik 1 Surakarta sebagai kelas uji coba, 42 peserta didik SMK Batik 2 Surakarta sebagai kelas eksperimen, dan 30 peserta didik SMK Negeri 1 Surakarta sebagai kelas kontrol. Teknik pengumpulan data menggunakan metode wawancara, observasi, dokumentasi, angket dan tes. Teknik analisis data pada penelitian ini menggunakan analisis varian dua jalan dengan jumlah sel tak sama dan t-test dengan uji prasyarat  analisis yaitu uji normalitas dan uji homogenitas. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa: 1) terdapat perbedaan higher order thinking skills antara peserta didik yang pembelajarannya menggunakan pendekatan scientific dalam model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dengan pendekatan scientific dalam model pembelajaran Think-Pair-Share (TPS). Hal ini ditunjukkan dengan perolehan nilai Fhitung sebesar 6,803 dengan Sig. 0,011. 2) terdapat perbedaan higher order thinking skills antara peserta didik yang memiliki internal locus of control tinggi dan rendah. Hal ini ditunjukkan dengan perolehan nilai Thitung sebesar 3,100. 3) terdapat interaksi pengaruh antara pendekatan scientific dalam model pembelajaran dengan internal locus of control terhadap  higher  order  thinking  skills.  Hal  ini  ditunjukkan dengan  nilai  Fhitung sebesar 44,303 dengan sig. 0,00.

Kata Kunci: Higher Order Thinking Skills, Pendekatan Scientific, Problem Based
Learning, Think-Pair-Share, Internal Locus Of Control.