Abstrak


Pengaruh Pemberian Metil Prednisolone 500mg Per Hari Dosis Tunggal dan Dosis Terbagi Terhadap Skor Slam R dan Led pada Pasien Lupus Erimatosus Sistemik


Oleh :
Yusuf Adi Gunawan - S961402009 - Pascasarjana

Latar Belakang
Systemic Lupus Erithematosus adalah penyakit autoimun dengan karakteristik inflamasi kronik yang memiliki manifestasi beragam dan luas. Skor SLAM-R merupakan cara sederhana yang cukup valid untuk mengetahui derajat aktifitas  LES,  di  mana  SLAM-R  memiliki  kemampuan  mendeteksi  perubahan klinis pada pasien SLE. Laju endap darah yang menggambarkan  kecepatan  sel darah merah mengendap dalam tabung uji juga merupakan alat ukur aktifitas penyakit pada LES, di mana semakin tinggi LED, semakin tinggi derajat penyakit LES.  Terapi high dose kortikosteroid digunakan sebagai pengobatan utama pada pasien dengan LES derajat berat.
Tujuan Penelitian
Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan perbedaan skor SLAM-R dan LED pada pasien LES yang menerima dosis tunggal dan dosis terbagi terapi metil prednisolone 500mg per hari
Metode Penelitian
Penelitian experimental dengan 22 sampel pasien LES, dibagi 2 kelompok yaitu kelompok yang menerima dosis tunggal (metilprednisolon 1 x 500mg) dan kelompok  yang     menerima  dosis  terbagi  (metil  prednisolone   4  x  125mg). Penelitian  dilakukan  selama  3  hari.  Dinilasi  skor  SLAM-R  dan  kadar  LED sebelum dan sesudah pemberian terapi. Analisis statistik menggunakan SPSS 23, dengan uji beda T-Test, Mann Whitney, dan Will Coxon. P bermakna jika p<0>Hasil Penelitian
Hasil penelitian menunjukkan   sebelum pemberian terapi rata-rata skor SLAM-R (19.45±3.80) untuk dosis tunggal dan (19.00±2.45) untuk dosis terbagi, LED (27.36±19.94)  untuk dosis tunggal  dan (50.64±47.82)  utuk dosis tunggal. Setelah pemberian terapi rata-rata skor SLAM-R (17.73±2.76) untuk dosis tunggal dan (14.00±4.27) untuk dosis terbagi, LED (21.27±26.86) untuk dosis tunggal dan (39.82±41.00)  utuk  dosis  tunggal.  Tidak  didapatkan  penurunan  skor  SLAM-R yang signifikan  pada kedua kelompok  terapi, didapatkan  penurunan  LED yang signifikan  pada  kelompok  yang menerima  terapi  dosis  tunggal  (p =0.050)  dan dosis terbagi (p=0.040). Tidak didapatkan perbedaan delta LED yang signifikan pada kedua kelompok sebelum dan sesudah pemberian terapi.
Kesimpulan
Penelitian ini menunjukkan bahwa tidak didapatkan perbedaan yang signifikan  pada  pemberian  metilprednisolone  500mg  dosis  tunggal  dan  dosis terbagi, keduanya sama-sama dapat menurunkan kadar LED dan penurunan skor SLAM-R.
Kata kunci: SLAM-R, LED, Methylprednosolone  daily vs divided doses, Systemic Lupus Erythematosus