Abstrak


Pengembangan Model Hubungan Location Problem untuk Transportasi Logistik melalui Kereta Api (Studi Kasus: PT. Kereta Api Logistik)


Oleh :
Virda Hersy Lutviana Saputri - S801708006 - Pascasarjana

ABSTRAK
    

PT Kereta Api Logistik (KALOG) merupakan perusahaan dibawah induk PT Kereta Api Indonesia (Persero) dengan bidang layanan distribusi logistik berbasis kereta api. Salah satu bidang bisnis yang ada pada KALOG yaitu kurir dan kargo (KALOG Express). KALOG melalui KALOG Express melayani pengiriman barang dan dokumen dengan jangkauan Pulau Jawa dan telah diperluas hingga Sumatera dan Bali. Kereta api adalah moda transportasi jalan berbasis rel yang efisien dan efektif. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya barang yang dapat diangkut menggunakan kereta api khusus barang atau kereta api penumpang, moda ini dianggap lebih menguntungkan jika dibandingkan dengan moda transportasi darat lainnya. Fokus penelitian ini yaitu pada layanan KALOG sebagai transporter, dimana KALOG berperan dalam proses pengiriman barang ke antar kantor KALOG melalui jaringan kereta api. Sedangkan untuk proses pickup dan delivery barang dilakukan oleh perusahaan jasa lain yang bergerak di bidang kurir. Adapun proses pengiriman barang yaitu melalui gerbong barang yang diikutkan dalam rangkaian kereta api penumpang. Penelitian ini membahas tentang pemilihan lokasi fasilitas stasiun pemberhentian kereta api yang disebut sebagai hub untuk melakukan proses muat dan bongkar muatan barang dari kantor KALOG asal menuju ke kantor KALOG tujuan. Tujuan penelitian adalah untuk mengembangkan model optimisasi untuk meminimasi total biaya pendirian kantor KALOG pada stasiun pemberhentian kereta api yang dipilih dan total biaya transportasi yang diperlukan untuk mengirimkan barang ke antar kantor KALOG melalui jaringan kereta api. Model yang dikembangkan dalam penelitian ini yaitu model Hub Location Problem (HLP) yang mempertimbangkan kapasitas gerbong dan rute kereta dengan variabel keputusan meliputi stasiun pemberhentian yang dipilih dan alokasi muatan yang dikirim. Kemudian, model tersebut diolah untuk salah satu kereta api yang digunakan oleh KALOG yaitu kereta api Senja Utama Solo yang mempunyai rute berangkat dari stasiun Solo Balapan menuju stasiun Pasar Senen. Dengan menggunakan model ini, para pengambil keputusan dapat mengevaluasi pemilihan lokasi fasilitas stasiun pemberhentian yang dapat memberikan biaya pembukaan hub dan biaya transportasi yang minimum.