Abstrak


Pengembangan Model Pembelajaran Bercerita Menggunakan Sugestopedia dengan Tembang Dolanan pada Siswa Sekolah Dasar (SD) di Salatiga


Oleh :
Sunardi - T841008008 - Pascasarjana

Tujuan penelitian pengembangan ini adalah untuk: (1) mendeskripsikan kondisi pembelajaran bercerita pada matapelajaran Bahasa Indonesia SD di Salatiga; (2) mendeskripsikan kebutuhan guru akan model pembelajaran bercerita yang yang kreatif dan menyenangkan; (3) mendeskripsikan pengembangan prototipe model pembelajaran bercerita menjadi model pembelajaran bercerita menggunakan sugestopedia dengan tembang dolanan pada siswa kelas 5 SD; dan (4) mendeskripsikan keefektifan model pembelajaran bercerita dan hasil deseminasi. Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan yang dikembangkan oleh Borg dan Gall. Penelitian ini dilaksanakan melalui empat tahap, yaitu: (1) tahap pendahuluan; (2) tahap pengembangan model; (3) tahap pengujian model; dan (4) tahap uji keefektifan dan desiminasi. Pendekatan penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, pengumpulan data dilakukan dengan studi dokumen, observasi, wawancara dan, angket, serta analisis datanya dengan anlisis model interaktif. Pengujian model dilaksanakan dengan melakukan penelitian eksperimen, pengumpulan data melalui tes, dan analisis data dengan uji beda dua rata-rata.  Penelitian pada tahap eksplorasi dihasilkan temuan: (1) masalah pembelajaran Bahasa Indonesia di kelas 5 SD masih berpusat pada guru dan bersifat teoretis; (2) guru dan siswa membutuhkan model pembelajaran berbicara yang menggunakan sugestopedia dengan tembang dolanan. Berdasarkan hasil penelitian pada tahap eksplorasi, peneliti menyusun prototipe model pembelajaran bercerita menggunakan sugestopedia dengan tembang dolanan. Prototipe model pembelajaran selanjutnya diujicobakan dalam uji terbatas dan luas. Hasil uji coba menunjukkan bahwa model pembelajaran bercerita menggunakan sugestopedia cocok diterapkan dalam pembelajaran berbicara untuk meningkatkan kemampuan bercerita siswa kelas 5 SD. Prototipe model pembelajaran yang sudah ditetapkan menjadi model pembelajaran, diuji melalui eksperimen. Berdasarkan analisis data dengan uji beda rata-rata, diperoleh hasil t  hasil postes sebesar 3,264 dan karena t  > t  (3,264 > 2,353) maka H  ditolak. Artinya ada perbedaan nilai rata-rata hasil postes kemampuan bercerita antara kelompok eksperimen dengan kelompok kontrol. Simpulan penelitian ini adalah model pembelajaran bercerita menggunakan sugestopedia dengan tembang dolanan lebih efektif daripada pembelajaran konvensional. Terbukti nilai postes pembelajaran bercerita menggunakan sugestopedia dengan tembang dolanan lebih tinggi dibandingkan dengan pembelajaran bercerita secara konvensional. Model pembelajaran bercerita ini juga menjadikan siswa lebih senang, dan lebih percaya diri.  
Kata kunci: pengembangan model, model pembelajaran bercerita, tembang dolanan, pendekatan sugestopedia.