Abstrak


Tindak tutur ilokusi pada pementasan ludruk joko sambang pendekar gunung gangsir


Oleh :
Reska Luckiyanti1 - S - Pascasarjana

Abstrak
Penelitian ini menganalisa ujaran yang digunakan dalam Ludruk, kesenian tradisional yang berasal dari Jawa Timur. Tuturan digunakan sesuai dengan konteks cerita yang dimainkan oleh para pemeran. Artikel ini mendeskripsikan kategori tuturan ilokusi, fungsi, dan maksud dari ilokusi pada pementasan Ludruk lakon Joko Sambang  Pendekar Gunung Gangsir yang dipentaskan di Kediri tahun 2017 oleh kumpulan seniman ludruk Jawa Timur.Penelitian ini termasuk dalam penelitian deskriptif kulitatif dengan objek penelitian tindak tutur ilokusi yang dituturkan oleh pemain ludruk. Data penelitian berupa ujaran yang terdapat pada dialog pemain ludruk yang mengandung tindak tutur ilokusi. Teknik analisis data dilakukan secara terstruktur, yaitu dengan langkah sebagai berikut: (1) mentraskripsi data dan menerjemahkan ujaran dari bahasa Jawa ke dalam bahasa Indonesia, (2) mengelompokan data yang telah diperoleh, termasuk pada kategori tuturan ilokusi, (3) menganalisis tiap kategori data yang telah terkumpul, bagaimana konteks, maksud dan fungsinya. Ditemukan empat kategori tuturan, yakni: (1) Kategori asertif dengan modus mengeluh, mengusulkan, mengecam, menyatakan, mengungkapkan; (2) Kategori ekspresif dengan modus menasihati, dan emerintah; (3) Kategori komisif modus yang muncul menawarkan, menjanjikan; (4) Kategori ekspresif modus yang muncul terima kasih dan mengecam. Kategori deklaratif tidak ditemukan pada tuturan pementasan ludruk tersebut. Berdasarkan klasifikasi mengenai relisasijuga ditemukan bahwa setiap tuturan tersebut memiliki fungsi untuk mempengaruhi mitra tutur untuk melakukan tindakan sesuatu yang sesuai dengan konteksnya. 
Kata Kunci/frase: pragmatik, tindak tutur ilokusi, ludruk