Abstrak


Perjanjian Kemitraan Dan Hubungan Kemitraan Antara Pengemudi Ojek Online dengan Pt. Gojek Indonesia Cabang Surakarta


Oleh :
Devi Intan Chadijah - S251708007 - Pascasarjana

Hadirnya industri jasa ojek online telah menjawab kebutuhan masyarakat
akan pekerjaan dengan waktu yang fleksibel dan pendapatan yang besar. Akibat kebutuhan itu, pengemudi cenderung tidak memperhatikan isi dari kesepakatan bersama yang berdampak pada hubungan kerja tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemahaman pengemudi maupun perusahaan tentang Perjanjian Kemitraan, hubungan kemitraan yang terjalin antara pengemudi, perusahaan, pemerintah dan konsumen, serta fungsi kelompok pengemudi ojek online. Penelitian ini dikaji dengan menggunakan teori pertukaran sosial Blau, konsep eksploitasi  buruh  Marx  serta  teori  pengembangan  kelompok  dari  Tuckman. Metode  dalam  penelitian  ini  adalah  kualitatif  dengan  pendekatan  naturalistik inkuiri dan menggunakan teknik analisis model Spradley dengan teknik purposive sampling.   Validitas   data   menggunakan   triangulasi   sumber   serta   observasi partisipan dan wawancara sebagai teknik pengumpulan data. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan  pemahaman antara  pihak  pengemudi  dengan perusahaan pada Perjanjian Kemitraan disebabkan oleh adanya pertukaran yang tidak seimbang dalam hubungan kemitraan yang dibangun. Pihak pengemudi meyakini kontrak kerja yang ditawarkan oleh PT. Gojek Indonesia belum menjawab hak-hak pengemudi sebagai mitra kerja. Berbeda dengan perusahaan yang meyakini jenis Perjanjian Kemitraan yang ditawarkan sudah sangat relevan diterapkan dalam hubungan kemitraan tersebut. Hubungan kemitraan yang seharusnya memiliki posisi setara, namun dalam pelaksanaannya adanya dominasi yang kuat dari pihak perusahaan. Terdapat adanya gejala eksploitasi yang dilakukan oleh pihak perusahaan kepada pengemudi. Idealnya tidak ada peran pemerintah secara langsung dalam hubungan kemitraan, namun kini pemerintah hadir  hingga  membentuk  peran  layaknya  hubungan  industrial  pada  hubungan kerja. Fungsi umum dari pembentukan kelompok informal pengemudi ojek online adalah untuk menjawab permasalahan pengemudi dengan pihak perusahaan maupun sebagai solusi pada konflik penguasaan wilayah dengan sesama pengemudi ojek online. Fungsi khusus dari pembentukan kelompok ini adalah sebagai  sarana  untuk  mewujudkan  jaminan  sosial  sesama  pengemudi,  wadah untuk meminta pertolongan pertama, serta wadah untuk mendapatkan status dan identitas kelompok sehingga melahirkan rasa aman saat bekerja di lapangan