Abstrak


Hubungan Antara Kontrol Glikemik dengan Disfungsi Tiroid pada Pasien Diabetes Melitus (DM) Tipe 2


Oleh :
Chlorentine Konika Pandji - S971108002 - Pascasarjana

ABSTRAK

Diabetes melitus (DM) tipe 2 adalah kelainan metabolik yang melibatkan gangguan metabolisme glukosa dan lemak. Gangguan ini menyebabkan peningkatan kadar free fatty acid  (FFA) dan produksi reactive oxygen species (ROS). Kontrol glikemik buruk yang ditandai oleh peningkatan hemoglobin adult 1c (HbA1c) mempengaruhi berbagai organ termasuk kelenjar tiroid. Kontrol glikemik  yang buruk ini mengganggu  fungsi tiroid melalui 2 mekanisme. Pertama lewat gangguan deiodinasi thyroxine di perifer, dan kedua lewat gangguan produksi thyroid releasing hormone (TRH) di pusat oleh leptin. Tujuan penelitian ini untuk meneliti hubungan antara kontrol glikemik dengan disfungsi tiroid pada pasien DM tipe 2. Penelitian ini merupakan analitik observasional dengan pendekatan potong lintang pada 60 orang penderita DM tipe 2 usia 40-60 tahun yang berobat di poliklinik rawat jalan Ilmu Penyakit Dalam (IPD) rumah sakit umum daerah (RSUD) Dr. Moewardi Surakarta pada November-December 2016. Data penelitian dianalisa dengan tabel uji 2x2 untuk menentukan   prevalence   ratio   (PR)   tiap   variabel,   kemudian   dilanjutkan   analisis multivariat dengan regresi logistik. Prevalensi disfungsi tiroid pada DM tipe 2 pada penelitian ini adalah sebesar 21,67%, dengan    terbanyak    adalah    hipotiroid    subklinis    (61,54%).    Analisis    multivariat menunjukkan  bahwa  disfungsi  tiroid  pada  DM  tipe  2  berhubungan  dengan  kontrol glikemik  buruk  bahkan setelah disesuaikan dengan semua variabel penelitian (PR: 7,11; 95% CI: 1,31-38,63; p=0,02). Penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara kontrol glikemik dengan disfungsi tiroid pada penderita DM tipe 2. Diperlukan skrining disfungsi tiroid pada penderita DM tipe 2 dengan kontrol glikemik buruk.