Abstrak


Pengaruh Musik Klasik terhadap Perilaku Depresi Tikus Putih (Rattus Novergicus) Pasca Dipapar Unpredictable Chronic Mild Stress


Oleh :
Ivan Nuh Rasyad - G0013122 - Fak. Kedokteran

<!--[if gte mso 9]><xml> </xml><![endif]--><!--[if gte mso 9]><xml> Normal 0 false false false IN X-NONE X-NONE </xml><![endif]--><!--[if gte mso 9]><xml> </xml><![endif]-->ABSTRAK

Latar Belakang: Depresi merupakan gangguan mental dengan prevalensi dan tingkat kematian yang tinggi. Banyak  teori menjelaskan mengenai etiologi dan patogenesis depresi. Sampai sekarang penatalaksanaan depresi belum optimal dan dapat menimbulkan efek samping. Musik klasik diketahui dapat mengurangi stress dan berpengaruh pada fungsi dan mekanisme otak yang mendasari terjadinya depresi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh musik klasik dalam menurunkan perilaku depresif pada tikus putih (Rattus norvegicus) setelah dipapar unpredictable chronic mild stress.
Metode: Penelitian ini bersifat eksperimental laboratorik yang dilakukan di Laboratorium Anatomi FK UNS. Sampel berupa tikus putih galur Wistar jantan sebanyak 21 ekor, usia 1,5 bulan, berat badan 100-200 gram diperoleh secara purposive sampling dan dibagi dalam 3 kelompok secara acak. Tikus diadaptasikan 3 hari dan berat badan (BB) tiap tikus putih ditimbang sebelum perlakuan. Kelompok Kontrol (KK) hanya diberikan makan dan minum. Kelompok Perlakuan 1(KP1) diberi perlakuan UCMS selama 21 hari. Kelompok Perlakuan 2 (KP2) diberi perlakuan UCMS dan diperdengarkan musik klasik selama 21 hari. Pada hari ke-22, BB dihitung dan perilaku depresi diuji melalui Forced Swim Test (FST). Pada hari ke-23 sampai 25, dilakukan Sucrose Preference Test (SPT). Data FST dan SPT dianalisis dengan uji One-Way ANOVA, penambahan BB diuji dengan One-Way ANOVA (? = 0,05).
Hasil: Hasil uji One-Way ANOVA untuk FST dan SPT menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan bermakna antara ketiga kelompok (pFST = 0,396 dan pSPT = 0,738). Hasil uji One-Way ANOVA untuk penambahan BB tidak terdapat perbedaan bermakna (p = 0,132). Pada uji post hoc LSD untuk hasil FST, SPT dan penambahan BB, perbedaan bermakna hanya ditemukan pada data penambahan BB KK-KK2 (p = 0,048).
Simpulan: klasik tidak mempengaruhi perilaku depresi tikus putih (Rattus novergicus) setelah paparan unpredictable chronic mild stress.