Abstrak


KARAKTER MORFO-FISIOLOGI DAN HASIL SERTA KANDUNGAN PROTEIN PADI HITAM M3 HASIL IRADIASI SINAR GAMMA 100 GRAY


Oleh :
Siti Chotimah - H0716113 - Fak. Pertanian

RINGKASAN
KARAKTER MORFO-FISIOLOGI DAN HASIL SERTA KANDUNGAN PROTEIN PADI HITAM M3 HASIL IRADIASI SINAR GAMMA 100 GRAY. Skripsi: Siti Chotimah (H0716113). Pembimbing: Prof. Dr. Ir. Edi Purwanto, M.Sc., Prof. Dr. Ir. Nandariyah, M.S., Ir. Sukaya, M.Si. Program Studi: Agroteknologi, Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret (UNS).
Beras yang umumnya dikonsumsi oleh masyarakat di Indonesia adalah beras putih, beras merah, dan beras hitam. Beras hitam merupakan salah satu jenis beras yang dikonsumsi sebagai pangan fungsional karena bermanfaat bagi kesehatan. Beras hitam merupakan varietas lokal yang mengandung pigmen, berbeda dengan beras putih atau beras warna lain. Beras hitam memiliki kandungan protein, vitamin dan mineral lebih tinggi dibanding dengan beras putih. Keunggulan padi hitam yaitu memiliki nilai ekonomis yang cukup strategis akan tetapi memiliki kelemahan antara lain umur tanaman panjang, postur tanaman tinggi sehingga mudah roboh dan produktivitas rendah. Permasalahan tersebut membuat petani enggan melakukan budidaya padi hitam. Upaya perbaikan dan pelestarian budidaya padi beras hitam dapat dilakukan dengan perlakuan iradiasi sinar gamma. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari karakter morfo-fisiologi, karakter pertumbuhan dan hasil, serta mengetahui kandungan protein padi hitam M3 varietas lokal asal Bantul dan Boyolali 100 Gy.
Penelitian dilaksanakan pada bulan April 2019 sampai dengan Juli 2019. Budidaya padi hitam dilaksanakan di lahan sawah Desa Jati, Kecamatan Jaten, Kabupaten Karanganyar. Analisis kandungan protein dilakukan di Laboratorium Biokimia dan Kimia Pangan, Ilmu dan Teknologi Pangan Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret Surakarta. Penelitian dilakukan pada 4 petak pertanaman yang tiap pertak ditanami dengan satu perlakuan, dengan cara menanam padi hitam asal Bantul dan Boyolali generasi M3 dosis 100 Gy dan kontrol tanpa radiasi. Analisis pertumbuhan dilakukan dengan cara destruksi dan komponen hasil dilakukan pada tanaman yang memiliki batang pendek dan bobot tinggi. Uji kandungan protein diambil dari analisis hasil produksi yang tinggi pada setiap varietas. Peubah yang dilakukan antara lain ILD, LPT, LAB, BDK, tinggi tanaman, jumlah anakan total, jumlah anakan produktif, indeks kelebatan malai, jumlah gabah isi per malai, berat 100 biji, berat gabah per rumpun, dan kadar protein. Analisis data menggunakan analisis deskriptif, uji T dan uji korelasi, sedangkan kadar protein menggunakan metode analisa Kjeldahl.
Hasil penelitian menunjukkan tanaman mutan padi hitam kedua varietas menyebabkan tanaman pendek, namun juga memiliki komponen hasil lebih rendah dari tanaman kontrol. Morfo-fisiologi menunjukkan nilai rata-rata LPT, LAB dan BDK baik varietas Bantul dan Boyolali 100 Gy lebih tinggi dari tanaman kontrol. Kandungan protein beras hitam asal Bantul 100 Gy sebesar 6,06?n asal Boyolali 100 Gy sebesar 6,28% lebih rendah dari tanaman kontrol dengan nilai masing-masing 6,59?n 6,78%. Uji korelasi pertumbuhan tinggi tanaman terhadap komponen hasil padi hitam asal Bantul dan Boyolali baik tanaman kontrol dan 100 Gy menunjukkan hubungan yang sangat lemah.