Abstrak


Status Borg dalam Jaminan Penanggungan (Borgtocht) pada Perjanjian Kredit Perbankan Berdasarkan Putusan Nomor 512/pdt.g/2011/pn.jkt.pst


Oleh :
Annisa Puteri - E0016074 - Fak. Hukum

ABSTRAK

Annisa Puteri. E0016074. 2020. STATUS BORG DALAM JAMINAN PENANGGUNGAN (BORGTOCHT) PADA PERJANJIAN KREDIT PERBANKAN BERDASARKAN PUTUSAN NOMOR

512/PDT.G/2011/PN.JKT.PST. Penulisan Hukum (Skripsi). Fakultas Hukum Universitas Sebelas Maret.

Penelitian ini mendeskripsikan dan mengkaji permasalahan, pertama bagaimana ketentuan-ketentuan personal guarantee (borgtocht) dan perkembangannya di Indonesia. Kedua, bagaimana perlindungan hukum bagi penanggung (borg) terhadap debitor yang dinyatakan pailit. Penelitian ini adalah penelitian hukum normatif bersifat preskriptif. Jenis data sekunder meliputi bahan hukum primer, sekunder dan tersier. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah studi kepustakaan dan melalui Cyber media, selanjutnya teknis analisis yang digunakan adalah metode deduktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa status penanggung dalam suatu perjanjian penanggungan diatur dalam Pasal 1820 sampai dengan Pasal 1850 KUH Perdata, yang kemudian diperbaharui dengan Undang-Undang Nomor 37 Tahun 2004 tentang Kepailitan dan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang. Perjanjian penanggungan mensyaratkan agar penanggung melepaskan hak-hak istimewanya, sehingga penanggung juga harus bertanggungjawab mengenai pelunasan kredit debitor kepada kreditor. Belum adanya pengaturan mengenai perlindungan hukum penanggung secara spesifik, mengakibatkan penanggung tidak memiliki perlindungan hukum yang layak pada saat kredit macet.

Kata Kunci : BORGTOCHT, PERJANJIAN KREDIT, PAILI