;

Abstrak


Perbedaan Derajat Inflamasi, Kadar Malondialdehide (MDA), Superokside Dismutase (SOD) pada Mencit Sehat dan Model Rhinosinusitis Akut


Oleh :
Febri Arianto Bayu L - S921608003 - Sekolah Pascasarjana

Latar Belakang : Rinosinusitis akut adalah inflamasi pada mukosa sinus paranasal dan hidung. Rinosinusitis akut merupakan penyakit multifactorial. Salah satu penyebabnya adalah bakteri gram negatif yang memiliki endotoksin penyebab meningkatnya inflamasi dan meningkatnya ROS yang diukur dengan MDA serta respon pertahanan tubuh membentuk SOD yang akan turun apabila terus menerus mengalami inflamasi.
Tujuan : Mengetahui perbedaan derajat inflamasi dengan kadar malondialdehid (MDA) dan kadar superokside dismutase pada mencit sehat dan model rinosinusitis akut.
Metode : Penelitian ini memakai rancangan eksperimental post-test only control group design dengan mencit jantan (Rattus Norwegians) galur Sprague dawley yang memenuhi kriteria inklusi dan ekslusi dibagi dua kelompok. Kelompok kontrol 8 ekor yang tidak diinduksi E. Coli dan kelompok perlakuan 8 ekor yang diinduksi E. Coli. Lalu diukur derajat inflamasi kadar MDA dan SOD yang diambil dari sampel darah vena retroorbital.
Hasil : Kadar MDA dan SOD diukur pada masing-masing kelompok sebelum perlakuan dan derajat inflamasi serta kadar MDA dan SOD diukur setelah perlakuan. Analisa data penelitian ini menggunakan uji Mann Whitney. Sebelum dilakukan uji beda, dilakukan uji keseuaian Kappa karena data penelitian derajat inflamasi bersifat subyektif dengan hasil terdapat keseuaian antara penilaian peneliti 1 dengan peneliti 2 tentang derajat inflamasi dan signifikan secara statistik. sehingga data penelitian tentang derajat inflamasi bebas dari subyektifitas peneliti. Hasil uji mann whitney mendapatkan nilai p=0,001 (p<0 xss=removed xss=removed>Kesimpulan: Terdapat perbedaan derajat inflamasi, kadar MDA dan SOD pada mencit putih jantan model rinosinusitis akut.

Kata Kunci : rinosinusitis akut, derajat inflamasi, SOD, MDA.