Abstrak


Analisis Pengaruh Kecepatan dan Beban Kendaraan Terhadap Ketahanan Damar Aspal


Oleh :
Rengga Aldian Shah Satya Putra - S941608018 - Pascasarjana

Damar aspal adalah alternatif pengganti aspal yang berasal dari campuran getah damar, fly ash, minyak goreng, dan lateks. Kajian mengenai damar aspal telah dilakukan oleh sejumlah peneliti, untuk memperoleh komposisi getah damar, fly ash, minyak goreng, dan lateks, yang sesuai diaplikasikan di lapangan. Selama ini, kajian tentang damar aspal hanya sebatas tentang sifat fisik, yaitu penetrasi, daktilitas, titik lembek, berat jenis dan titik bakar. Padahal untuk tahap aplikasi di lapangan, membutuhkan penilaian kinerja perkerasan terhadap fatigue dan rutting. Sehingga kajian mengenai damar aspal belum lengkap dijadikan sebagai rujukan untuk diaplikasikan di lapangan. Oleh karena itu, perlu dilakukan studi untuk memprediksi ketahanan perkerasan damar aspal terhadap fatigue dan rutting. Lebih jauh karena kondisi dan beban lalu lintas di lapangan yang beragam, mulai dari kecepatan kendaraan yang berbeda, beban kendaraan yang berbeda serta temperatur yang berbeda, sehingga perlu dilakukan prediksi respon perkerasan tersebut terhadap kecepatan, beban kendaraan dan temperatur.
Penelitian ini bersifat eksperimental, yaitu melakukan pemodelan perkerasan jalan yang bersifat lentur dengan bantuan program BISAR dan KENPAVE. Pemodelan yang yang dilakukan bertujuan untuk mengidentifikasi ketahanan perkerasan damar aspal dan perkerasan aspal konvensional berdasarkan nilai fatique dan rutting. Dan selanjutnya menganalisis pengaruh kecepatan kendaraan dan persentase kendaraan overload terhadap umur layan, pada perkerasan yang memakai damar aspal dibandingkan dengan aspal konvensional dilihat pada temperatur yang berbeda. Variasi kecepatan kendaraan dimulai dari 10, 20, 30, 40, 50, dan 60 km/jam, kemudian variasi persentase kendaraan overload dimulai dari 0, 60.83, dan 100%, dan dilihat pada temperatur 20 dan 40°C.
Hasil analisis pemodelan perkerasan damar aspal dan perkerasan aspal konvensional menunjukkan bahwa, semakin tinggi kecepatan kendaraan membebani perkerasan, maka laju penurunan umur layan perkerasan akan semakin berkurang. Di lain pihak, semakin banyak persentase kendaraan overload, maka umur layan perkerasan akan semakin menurun. Lebih lanjut perkerasan damar aspal lebih tahan terhadap fatigue dibandingkan perkerasan aspal konvensional, untuk semua kondisi kecepatan dan persentase kendaraan overload. Pada suhu 20°C, perkerasan damar aspal menunjukkan ketahanan yang lebih rendah terhadap rutting dibandingkan perkerasan aspal konvensional. Tetapi setelah mencapai suhu 40°C, perkerasan damar aspal menunjukkan ketahanan yang lebih tinggi karena kekakuan yang lebih besar. Sehingga perkerasan damar aspal memiliki umur layan yang lebih besar pada suhu yang lebih tinggi.

Kata Kunci:  Damar aspal, Kecepatan, Overload, Temperatur.