Abstrak


Perbandingan Efektifitas Dexametason Perineural dan Intravena Sebagai Adjuvan pada Blok Pleksus Brakialis Infraklavikula


Oleh :
F. Andre Nindra S. - S981702004 - Pascasarjana

Latar Belakang: Blok saraf perifer merupakan suatu teknik anestesi yang dapat memberikan anestesia dan analgesia yang adekuat. Dexametason dapat digunakan untuk memperpanjang durasi analgesia saat dikombinasikan dengan agen anestesi lokal.
Tujuan: Membandingkan efektifitas dexametason perineural dan intravena sebagai adjuvan blok pleksus brakialis infraklavikula.
Metode: Penelitian ini menggunakan desain uji klinis acak tersamar ganda pada 36 pasien yang menjalani operasi ekstremitas atas di RS Dr. Moewardi Surakarta selama periode bulan April-Agustus 2020 yang memenuhi kriteria inklusi. Sampel dibagi menjadi 2 kelompok yaitu kelompok yang mendapatkan blok pleksus brakialis infraklavikula levobupivakain 0,375?ngan kombinasi dexametason 5 mg dan kelompok dengan perlakuan blok pleksus brakialis infraklavikula levobupivakain 0,375?ngan penambahan dexametason 5 mg intravena.
Hasil: Kombinasi levobupivakain 0,375?ngan dexametason 5 mg perineural lebih efektif dalam mempercepat onset terjadinya blokade saraf baik sensorik (14,25 ± 1,15 menit vs 16,14 ± 1,03 menit) maupun motorik (17,56 ± 1,24 menit vs 20,90 ± 1,05 menit) (p=0,000). Dexametason baik diberikan secara perineural maupun intravena, keduanya sama-sama memperpanjang durasi analgesia (18,08 ± 2,82 jam vs 17,83 ± 1,50 jam).
Kesimpulan: Dexametason perineural lebih efektif dibandingkan dexametason intravena sebagai adjuvant pada blok pleksus brakialis infraklavikula.

Kata Kunci: Blok infraklavikular, adjuvan, dexametason