Abstrak


Efek hepatoprotektor ekstrak daun teh hijau (Camellia sinensis) pada tikus putih (Rattus novergicus) yang diinduksi isoniazid


Oleh :
Nina Amelia - G.0005139 - Fak. Kedokteran

ABSTRAK Tujuan Penelitian. Tuberkulosis merupakan penyakit infeksi nomor satu di Indonesia yang pengobatannya menggunakan Isonazid yang mempunyai efek samping gangguan hati. Teh hijau yang mempunyai efek hepatoprotektif diharapkan mampu mecegah kerusakan sel hati. Penelitian ini ditujukan untuk mengetahui adanya pengaruh pemberian teh hijau terhadap penurunan tingkat kerusakan sel hepar tikus yang diinduksi isoniazid. Metodologi Penelitian. Penelitian ini bersifat eksperimental laboratorik. Desain penelitian menggunakan Post Only Control group Design. Sampel 30 tikus putih jantan dibagi secara random menjadi 5 kelompok masing-masing 6 ekor. Kelompok-kelompok tersebut antar lain kelompok kontrol negatif [K (-); pelet standar], kelompok kontrol Isoniazid [ K(+); 37,8 mg/200gBB Isoniazid], kelompok teh hijau dosis rendah [ P 1; 20 mg/200gBB ekstrak teh hijau], kelompok teh hijau dosis sedang [ P 2; 40 mg/200gBB ekstrak teh hijau] dan kelompok teh hijau dosis tinggi [ P 3; 60 mg/200gBB ekstrak teh hijau]. Hasil setiap kelompok dihitung dengan uji Oneway ANOVA dan dilanjutkan dengan uju Post Hoc. Hasil penelitian. Hasil uji Oneway ANOVA menunjukkan perbedaan yang bermakna antar kelima kelompok perlakuan. Hasil uji Post Hoc menunjukkan adanya perbedaan yang bermakna antara kelompok K (-) – K (+),K (-) – P 1, K (-) – P 2, K (+) – P 1, K (+) – P 2, K (+) – P 3, P 1 – P 3, P 2 – P 3. Kelompok kontrol negatif menunjukkan perbedaan tingkat kerusakan inti sel hepar yang signifikan terhadap kontrol isoniazid. Tingkat kerusakan inti sel hepar Kelompok kontrol isoniazid terhadap kelompok teh hijau dosis rendah , kelompok teh hijau dosis sedang dan kelompok teh hijau dosis tinggi memberikan hasil perbedaan yang signifikan. Rata-rata tingkat kerusakan inti semakin menurun seiring dengan bertambahnya dosis teh hijau. Dapat terlihat bahwa tingkat kerusakan pada kelompok dengan teh hijau dosis tinggi hampir setara dengan kelompok kontrol negatif. Kesimpulan Penelitian. Pemberian ekstrak teh hijau (Camellia sinensis) mempunyai efek hepatoprotektif yang ditunjukkan dengan penurunan tingkat kerusakan inti sel hepar yang bermakna pada tikus yang diinduksi isoniazid. Kelompok perlakuan dengan dosis 60 mg/200gBB ekstrak teh hijau memiliki efek hepatoprotektif yang paling kuat. Kata Kunci : Hepatoprotektor, Ekstrak Daun Teh Hijau, Isoniazid