Abstrak


Pengembangan Model Optimasi Penjadwalan Perawat Pada Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Universitas Sebelas Maret Menggunakan Metode Goal Programming


Oleh :
Meidi Putri Ariyani - I 0316054 - Fak. Teknik

RS UNS dalam operasinya memiliki beberapa bagian untuk memenuhi kebutuhan pasien yang beragam, salah satunya adalah ruang rawat inap. Ruang rawat inap di RS UNS sendiri terbagi menjadi ruang rawat inap covid, yang terdiri dari Ruang Medika; Ruang Kreatifa; dan Ruang Kultura, serta ruang rawat inap covid, yaitu Ruang Yustisia. Penjadwalan perawat di RS UNS dilakukan oleh kepala ruang dan disusun berdasarkan template yang telah dibuat oleh bagian kepegawaian dengan bantuan software Excel. Namun, template yang dibuat belum mempertimbangkan beberapa aturan yang telah ditetapkan, seperti jumlah kebutuhan minimum perawat senior dan laki-laki di setiap shift. Hal tersebut menjadi kendala dalam melakukan penjadwalan perawat dimana kepala ruang harus melakukan penyesuaian penjadwalan perawat secara manual dan dalam hasil penjadwalan masih ditemukan jumlah hari kerja tiap perawat selama satu planning horizon tidak sama. Pengembangan model ini diharapkan mengurangi kesulitan yang dihadapi oleh setiap kepala ruang rawat inap yang bertanggung jawab dalam melakukan penjadwalan perawat di RS UNS.
Model optimasi penjadwalan perawat yang dikembangkan mempertimbangkan aturan pola penugasan kerja shift berdasarkan sistem metropolitan rota sesuai yang diterapkan oleh bagian ruang rawat inap RS UNS. Selain itu, penugasan perawat laki-laki, penugasan perawat senior, serta penugasan kepala tim juga dipertimbangkan dalam model ini. Pengembangan model ini menggunakan metode goal programming dengan fungsi tujuan memastikan sasaran berupa jumlah total hari kerja seluruh perawat dalam satu planning horizon sama rata, serta memastikan pola penugasan setiap perawat.
Pengembangan model penjadwalan perawat ini memperhatikan empat aspek, yaitu aspek pencakupan, kualitas, stabilitas, dan fleksibilitas. Untuk aspek pencakupan, pada jadwal hasil optimasi semua jumlah kebutuhan minimum perawat di setiap shift pada setiap ruang sudah terpenuhi. Untuk aspek kualitas, jadwal hasil optimasi pada ruang non-covid memberikan solusi yang lebih baik, yaitu tidak terdapat selisih hari kerja dimana seluruh perawat ditugaskan sama rata sejumlah 22 hari kerja sedangkan pada jadwal manual terdapat selisih total hari kerja perawat selama 14 – 43 hari di setiap ruang. Pada ruang covid, jadwal hasil optimasi memiliki total selisih hari kerja sejumlah 24 hari, sedangkan jadwal manual hanya 13 hari. Untuk aspek stability, jadwal hasil optimasi setiap ruang masing-masing memiliki stabilitas 100%. Untuk aspek flexibility, baik jadwal manual ataupun jadwal hasil optimasi sama-sama tidak bersifat fleksibel.

Kata Kunci: goal programming, penjadwalan perawat, ruang rawat inap