;

Abstrak


Studi Tentang Praktik Kesenian Wayang Kulit Purwa di Sanggar Ciptoning


Oleh :
Bagaskoro Ardhi - S051608003 - Pascasarjana

Abstrak

Tujuan dalam penelitian ini adalah : 1) Menganalisa pembelajaran mendalang dan membuat wayang kulit purwa di Sanggar Ciptoning, 2) Menganalisa bentuk kreasi wayang kulit purwa karya Bambang Suwarno di Sanggar Ciptoning.
Sumber data utama penelitian ini dilakukan di Sanggar Ciptoning yang bertempat di jalan Sungai Musi nomor 34 Sangkrah, Pasar Kliwon, Surakarta.  Penelitian ini menggunakan bentuk deskriptif kualitatif. Strategi yang digunakan adalah studi kasus (case study). Pendekatan dalam penelitian ini menggunakan kritik seni holistik. Metode yang digunakan yaitu pengamatan, wawancara, dan penelaahan dokumen. Peneliti menggunakan jenis observasi terus terang dan observasi partisipatif, wawancara mendalam (in-depth interview), dan dokumentasi bertujuan untuk memperkuat data tentang observasi dan wawancara. Strategi yang dilakukan dalam penelitian menggunakan snowball sampling. Analisis data pada umumnya menggunakan analisis interaktif dan kritik holistik (seniman, karya seni, pengamat) yang saling terkait. Pengecekan keabsahan data menggunakan triangulasi data.
Hasil temuan pada penelitian ini berupa : Pertama, Sanggar Ciptoning merupakan bentuk lembagai informal di bidang pedalangan. Sistem kurikulum yang diterapkan dalam Sanggar Ciptoning fleksibel, tidak berjenjang, evaluasi tidak pasti, sukarela, materi yang disesuaikan dengan kebutuhan peserta didik. Materi yang diberikan berupa catur, sabet, suluk, iringan, seni rupa wayang. Metode yang digunakan demonstrasi dan diskusi. Sebagai seniman yang aktif dan produktif, Bambang Suwarno juga mengajarkan pembelajaran membuat wayang kepada anak didik. Pendekatan pendidikan humanistik dalam Sanggar Ciptoning sangat terasa dengan mengedepankan kekeluargaan dan kebutuhan peserta didik. Kedua, bentuk kreasi wayang kulit purwa Bambang Suwarno dari segi sunggingan, gapitan, tatahan, dan pemilihan kulit masih mengacu pada wayang tradisi, namun memberikan celah dalam tradisi. Tujuan menciptakan kreasi wayang kulit purwa untuk memenuhi tuntutan lakon. Bambang Suwarno sebagai seniman juga memiliki ide latar belakang yang dituangkan dalam karyanya. Pengakuan para dalang, kreasi wayang kulit purwa karya Bambang Suwarno semakin menarik dan menambah perbendaharaan wayang.

Kata Kunci : informal, pembelajaran, wayang, sanggar