;

Abstrak


Analisis Terjemahan Tindak Tutur Marah Berdasarkan Gender pada TV Seri 13 Reasons Why Musim 1


Oleh :
Hayati Elmarhamah Syarif - S131902003 - Pascasarjana

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis-jenis tindak tutur marah berdasarkan gender, laki-laki dan perempuan, pada TV seri 13 Reasons Why musim 1. Penelitian ini juga mengidentifikasi teknik penerjemahan tindak tutur marah laki-laki dan perempuan, pergeseran tindak tutur marah laki-laki dan perempuan, serta pengaruh penggunaan tindak tutur marah pada kualitas terjemahan.
Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan studi kasus terpancang. Pengumpulan data dilakukan dengan analisis dokumen serta Focus Group Discussion (FGD). Dalam penelitian ini terdapat dua jenis data yang dikumpulkan berupa data linguistik yaitu tindak tutur marah laki-laki dan perempuan dan terjemahannya pada TV seri 13 Reasons Why musim 1, serta data penerjemahan yaitu teknik penerjemahan serta kualitas terjemahan dari tindak tutur marah tersebut. Data kemudian akan dianalisis menggunakan analisis domain, analisis taksonomi dan analsisis komponensial agar menemukan tema budaya.
Hasil penelitian ini memperlihatkan bahwa laki-laki menggunakan tindak tutur marah lebih sering daripada perempuan. Sementara itu, jenis tindak tutur marah dengan kemunculan terbanyak baik pada laki-laki dan perempuan adalah direct verbal or conitive sign, kemudian diikuti thinly veiled verbal sign dan
indirect verbal sign. Namun, penggunaan direct verbal or conitive sign pada laki-
laki digunakan jauh lebih sering daripada perempuan. Sedangkan, thinly veiled verbal sign dan indirect verbal sign ditemukan lebih banyak pada perempuan. Dari hasil analisis terjemahan ditemukan bahwa penerjemah menggunakan teknik yang bervariasi dalam menerjemahkan tindak tutur marah.Teknik penerjemahan yang paling sering baik pada tindak tutur marah laki-laki dan perempuan adalah adalah padanan lazim, variasi, dan eksplisitasi. Terdapat beberapa perbedaan dalam pengaplikasian teknik penerjemahan yaitu penggunaan teknik deskripsi dan adisi yang hanya digunakan dalam menerjemahkan tindak tutur marah laki-laki, serta teknik kompresi linguistik yang hanya digunakan dalam menerjemahkan tindak tutur marah  perempuan.  Namun  hal  ini  tidak  berdampak buruk pada kualitas terjemahan maupun menyebabkan pergeseran karena perbedaan disebabkan oleh penyesuaian konteks tindak tutur marah. Selain itu, pergeseran jenis tindak tutur marah juga ditemukan, baik pergeseran jenis tindak tutur marah maupun pergeseran tindak tutur marah menjadi bukan tindak tutur marah, sebanyak 3 data pada laki- laki dan 3 data pada perempuan. Pergeseran tersebut disebabkan oleh penggunaan teknik kreasi diskursif dan teknik reduksi. Sedangkan hasil analisis pada kualitas terjemahan menunjukkan bahwa secara umum tindak tutur marah laki-laki dan perempuan dinilai akurat, berterima, dan memiliki keterbacaan tinggi. Namun 

beberapa penggunaan teknik yang tidak tepat dan tidak sesuai konteks yaitu teknik kreasi diskursif, reduksi, dan literal menyebabkan bebeberapa data tindak tutur marah laki-laki dan perempuan kurang akurat dan tidak akurat. Akan tetapi, penggunaan teknik ini hanya memberikan dampak yang buruk pada sedikit data terkait keberterimaan dan keterbacaan tindak tutur marah laki-laki dan perempuan.

Kata Kunci: Tindak tutur marah berdasarkan gender, teknik penerjemahan, pergeseran terjemahan, kualitas terjemahan