Abstrak


Kekuatan Modal Sosial dalam Pasar Modal Tradisional (Studi Tentang Keberlanjutan Pasar Modal Tradisional Mbatak di Pasar Beran Ngawi)


Oleh :
Esty Setyarsih - S251708009 - Pascasarjana

Abstrak

Keterbatasan modal menjadi masalah yang sering dihadapi oleh pedagang kecil hingga akhirnya mereka menggunakan jasa pasar modal tradisional untuk kebelangsungan usaha dagangnya. Pasar modal tradisional masih sangat banyak ditemukan di Indonesia begitu pula di Pasar Beran Ngawi yang banyak didominasi oleh pasar modal tradisional Mbatak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kekuatan modal sosial yang ada pada pasar modal tradisional Mbatak sehingga dapat mempertahankan keberlanjutan pasar modal tradisional Mbatak dengan menggunakan analisis teori modal sosial Robert D. Putnam. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi serta dokumentasi. Uji validitas data melalui triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat berbagai jenis pasar modal tradisional yang ada di Pasar Beran, yaitu pemodal lokal, pemodal syariah, pemodal pedagang dan pemodal Mbatak. Dengan mayoritas adalah pasar modal tradisional Mbatak. Pada penelitian ini kekuatan modal sosial yang paling dominan pada pasar modal tradisional Mbatak adalah modal sosial bonding, meskipun demikian modal sosial lainnya seperti bridging dan linking juga ditemukan pasar modal tradisional tersebut. Unsur modal sosial yang ada di pasar modal tradisional Mbatak berupa kepercayaan (kepercayaan dalam usaha modal, rekrutmen dan kepercayaan pada pedagang), jaringan (jaringan dalam usaha modal, rekrutmen dan pedagang) dan norma (norma rekrutmen dan pelayanan). Adapun dimensi-dimensi keberlanjutan pasar modal tradisional Mbatak berupa dimensi manusia (kompeten, adanya komitmen untuk terus mempertahankan usaha dan kemauan untuk hidup lebih sejahtera), dimensi ekonomi (menjaga prinsip perdagangan uang, penggunaan modal secara efisien dan kestabilan supply dan demand), dimensi sosial (modal sosial) serta dimensi lingkungan (kepedulian sosial).


Kata kunci: Kekuatan Modal Sosial, Pasar Modal Tradisional, Mbatak,
Keberlanjutan