Abstrak


Kapasitas Lentur Balok Beton Bertulang Memadat Sendiri Dengan Kadar Fly Ash 60% Terhadap Beton Normal Flexural Capacity Of Self Compacting Concrete Reinforced Concrete Beam With 60% Fly Ash Content To Normal Concrete


Oleh :
Lutfi Dwi Rahardian - I 0116066 - Fak. Teknik

ABSTRAK
Lutfi Dwi Rahardian, 2020, Kapasitas Lentur Balok Beton Bertulang High Volume Fly Ash Self Compacting Concrete (HVFA-SCC) Dengan Kadar Fly Ash 60% Terhadap Beton Normal. Tugas Akhir Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Sebelas Maret Surakarta.

Kegiatan kontruksi di Indonesia sedang berkembang dengan pesat di abad ke-21 ini. Sebagai negara yang berkembang, Indonesia terus melakukan pembangunan yang khususnya di bidang infrastruktur demi mendukung perekonomian negara, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Agar kegiatan konstruksi berjalan dengan baik, diperlukan ilmu-ilmu serta inovasi-inovasi dalan dunia konstruksi. . Tuntutan perkembangan di bidang konstruksi mulai dari inovasi metode pengerjaan ataupun material yang digunakan. Beton sebagai material yang ekonomis dan sangat esensial, perlu adanya penelitian lebih lanjut terkait beton untuk meningkatkan efisiensi dan lebih ramah lingkungan. Semen sebagai salah satu penyusun beton, menjadi salah satu sumber penyebab terjadinya Global Warming (Benhelal and Zahedi 2013). Fly ash yang merupakan limbah pembakaran batu bara dapat digunakan untuk mensubtitusi semen karna memiliki sifat pozzolan. Dalam penelitian terakhir, terdapat inovasi baru yaitu dengan menggabungkan beton fly ash dengan SCC. Penelitian ini menggunakan fly ash dalam jumlah besar atau yang dikenal sebagai High Volume Fly Ash (HVFA) dengan jenis beton Self Compacting Concrete (SCC).

Penelitian ini meneliti seberapa besar kapasitas lentur balok beton bertulang High Volume Fly Ash – Self Compacting Concrete (HVFA– SCC) dengan kadar fly ash 60?n balok beton normal. Benda uji yang digunakan balok beton bertulang dengan luas penampang 10 cm x 18,5 cm dengan panjang 155 cm. Penggunaan tulangan pada balok tersebut, menggunakan baja berdiameter 10 mm dengan fy 565 Mpa. Pengujian kapasitas lentur menggunakan metode four point loading dengan melakukan 2 titik pembebanan pada 1/3 bentang balok. 

Berdasarkan hasil penelitian didapatkan balok beton HVFA-SCC 60% yang diuji pada umur 28 hari memiliki nilai kapasitas lentur 12,047 kNm dan kapasitas lentur balok beton normal umur 28 hari sebesar 11,039 kNm. Selan itu balok beton HVFA-SCC 60% memiliki nilai daktilitas yang lebih besar dibanding balok beton normal yakni 3,77 untuk beton HVFA-SCC 60?n 2,79 untuk balok beton normal. Untuk perhitungan momen ultimate modifikasi yang menggunakan stress block grafik pemodelan hubungan tegangan – regangan beton HVFA-SCC 60% menghasilkan nilai sebesar 12,098 kNm.

Kata kunci : fly ash concrete, hvfa-scc 60%, kapasitas lentur.