Abstrak


Pengaruh Perubahan Lahan Terhadap Debit Banjir (Kasus: Sungai Kalijirak, Kabupaten Karanganyar) The Impact Of Land Use On Flood Discharge (Case: Kalijirak River, Karanganyar Regency)


Oleh :
Nafisah Dwi Apriliani - I 0116088 - Fak. Teknik

ABSTRAK

Nafisah Dwi Apriliani, Dr. Rr. Rintis Hadiani, M.T. dan Ir. Adi Yusuf Mutaqin, M.T., 2020. Pengaruh Perubahan Lahan Terhadap Debit Banjir (Kasus: Sungai Kalijirak Kabupaten Karanganyar). Skripsi, Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Sebelas Maret Surakarta.

 

 

KHDTK (Kawasan Hutan dengan Tujuan Khusus) Gunung Bromo merupakan bagian dari DAS Kalijirak memiliki tata guna lahan mayoritas berupa kawasan hutan. Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH), sarana dan prasarana pendukung lainnya membutuhkan luas kurang dari 10 % luas KHDTK. Dampak dari berubahnya tata guna lahan adalah berkurangnya kemampuan tanah untuk meresap air (infiltrasi) dan meningkatkan potensi banjir akibat dari naiknya volume aliran permukaan (run off). Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh perubahan tata guna lahan terhadap nilai Curve Number (CN), debit banjir periode ulang dan tinggi genangan banjir di DAS Kalijirak. Penelitian ini menggunakan metode SCS untuk mengetahui debit banjir periode ulang dan dengan bantuan software HEC-RAS untuk analisa banjir di Sungai Kalijirak, khususnya di sekitar aliran sungai yang akan segera di bangun PLTMH. Berdasarkan analisis data terdapat perubahan nilai CN sebesar 0,16. Nilai CN meningkat dari yang semula CN DAS Kalijirak awal sebesar 84,96 menjadi 85,12 setelah adanya kemuangkinan pengembangan kawasan sebesar-besarnya 10 ?ri luas KHDTK Gunung Bromo. Perubahan nilai CN akibat perubahan tata guna lahan berpengaruh pada meningkatnya debit banjir maksimum dan tinggi maksimum banjir di DAS Kalijirak. Debit banjir maksimum DAS Kalijirak awal untuk periode ulang Q25 tahun sebesar 156,9481 m3/detik dengan tinggi maksimum banjir sebesar 2,88 m dan Q50  tahun sebesar 174,3157 m3/detik tinggi maksimum banjir 3,16 m. Debit banjir maksimum DAS Kalijirak Setelah pengembangan kawasan untuk periode ulang Q25 tahun sebesar 157,4573 m3/detik dengan tinggi maksimum banjir sebesar

2,89 m dan Q50 tahun sebesar 174,8388 m3/detik dengan tinggi maksimum banjir sebesar 3,16 m.

 

Kata Kunci: Tata Guna Lahan, CN, SCS, HEC-RAS

ABSTRAK

 

 

Nafisah Dwi Apriliani, Dr. Rr. Rintis Hadiani, M.T. dan Ir. Adi Yusuf Mutaqin, M.T., 2020. Pengaruh Perubahan Lahan Terhadap Debit Banjir (Kasus: Sungai Kalijirak Kabupaten Karanganyar). Skripsi, Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Sebelas Maret Surakarta.

 

 

KHDTK (Kawasan Hutan dengan Tujuan Khusus) Gunung Bromo merupakan bagian dari DAS Kalijirak memiliki tata guna lahan mayoritas berupa kawasan hutan. Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH), sarana dan prasarana pendukung lainnya membutuhkan luas kurang dari 10 % luas KHDTK. Dampak dari berubahnya tata guna lahan adalah berkurangnya kemampuan tanah untuk meresap air (infiltrasi) dan meningkatkan potensi banjir akibat dari naiknya volume aliran permukaan (run off). Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh perubahan tata guna lahan terhadap nilai Curve Number (CN), debit banjir periode ulang dan tinggi genangan banjir di DAS Kalijirak. Penelitian ini menggunakan metode SCS untuk mengetahui debit banjir periode ulang dan dengan bantuan software HEC-RAS untuk analisa banjir di Sungai Kalijirak, khususnya di sekitar aliran sungai yang akan segera di bangun PLTMH. Berdasarkan analisis data terdapat perubahan nilai CN sebesar 0,16. Nilai CN meningkat dari yang semula CN DAS Kalijirak awal sebesar 84,96 menjadi 85,12 setelah adanya kemuangkinan pengembangan kawasan sebesar-besarnya 10 ?ri luas KHDTK Gunung Bromo. Perubahan nilai CN akibat perubahan tata guna lahan berpengaruh pada meningkatnya debit banjir maksimum dan tinggi maksimum banjir di DAS Kalijirak. Debit banjir maksimum DAS Kalijirak awal untuk periode ulang Q25 tahun sebesar 156,9481 m3/detik dengan tinggi maksimum banjir sebesar 2,88 m dan Q50  tahun sebesar 174,3157 m3/detik tinggi maksimum banjir 3,16 m. Debit banjir maksimum DAS Kalijirak Setelah pengembangan kawasan untuk periode ulang Q25 tahun sebesar 157,4573 m3/detik dengan tinggi maksimum banjir sebesar

2,89 m dan Q50 tahun sebesar 174,8388 m3/detik dengan tinggi maksimum banjir sebesar 3,16 m.

Kata Kunci: Tata Guna Lahan, CN, SCS, HEC-RAS