Abstrak


Pengaruh Konseling Terhadap Pengetahuan Tentang Penggunaan Obat dan Kinerja Apoteker Pada Orangtua Pasien Anak ISPA (Studi di Apotek Cendrawasih Ngawi)


Oleh :
Anita Yulisari - S541002002 - Fak. Kedokteran

Masalah : Faktor penyebab ketidakpatuhan antara lain kurangnya pengetahuan pasien,hilangnya gejala, regimen yang kompleks dan faktor ekonomi. Selama tahun 2010,19% pasien anak yang terkena ISPA, diantaranya adalah pasien yang berkunjung ulang karena penyakit ISPA kambuh dalam rentang waktu yang dekat Sebagian besar pasien mengakui bahwa mereka tidak memberikan obat kepada anak mereka secara benar karena kurangnya pengetahuan pasien tentang penggunaan obat. Diharapkan dengan pemberian konseling ini akan meningkatkan pengetahuan mereka tentang cara penggunaan obat yang benar sehingga meningkatkan keberhasilan terapi pengobatan

Tujuan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh konseling terhadap pengetahuan tentang penggunaan obat  dan kinerja apoteker pada orangtua pasien anak ISPA. Metode penelitian. Penelitian ini menggunakan design quasi eksperimental.

Sampel diambil sebanyak 60 orang menggunakan simple random sampling yang terbagi dua kelompok yaitu 30 orang kelompok kontrol dan 30 orang kelompok konseling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner pengetahuan dan kepuasan, kemudian dianalisis menggunakan uji t-2  (Two independen sample t-Test).

Hasil penelitian. Diperoleh perbedaan pengetahuan antara kelompok kontrol dengan kelompok konseling signifikan (p< 0> Sedangkan perbedaan kinerja apoteker antara kelompok control dengan kelompok konseling juga signifikan (p~ 0,05).

Kesimpulan. Konseling  mampu meningkatan pengetahuan tentang penggunaan obat pada orangtua pasien anak ISPA dan meningkatkan kinerja apoteker dalam pelayanan asuhan kefarmasian.

Kata  kunci  :  konseling, pengetahuan, kinerja apoteker