;

Abstrak


Optimalisasi Pengembalian Kerugian Negara Melalui Instrumen Undang-Undang Anti Pencucian Uang


Oleh :
Ferry Pranata - S331902007 - Sekolah Pascasarjana

Metode penelitian yang digunakan dalam penulisan tesis ini adalah penelitian hukum (legal research) dengan pendekatan konseptual, pendekatan undang-undang dan pendekatan kasus. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder. Teknik pengumpulan bahan hukum yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi pustaka dan teknik analisa bahan hukum yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deduksi.
Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan, argumentasi hukum penerapan instrumen undang-undang anti pencucian uang karena jumlah kasus korupsi yang berjenis perbuatan merugikan keuangan atau perekonomian negara sangat tinggi sehingga sangat urgen untuk mengembalikan kerugian negara tersebut sedangkan undang-undang anti korupsi memiliki keterbatasan dalam melacak aset khususnya dalam sistem perbankan. Instrumen undang-undang anti pencucian uang memiliki jangkuan yang lebih jauh dalam hal pelacakan aset serta dapat menjerat siapa saja yang ikut menikmati dan menerima uang hasil korupsi. Instrumen undang-undang anti pencucian uang juga memenuhi tujuan hukum yaitu keadilan, kepastian dan kemanfaatan hukum. Kebijakan hukum pidana dimasa yang akan datang dalam rangka mengoptimalkan pengembalian kerugian negara yaitu dengan memproses hukum pelaku tindak pidana korupsi perbuatan merugikan keuangan negara dengan undang-undang anti korupsi dan undang-undang anti pencucian uang secara bersamaan.

Kata Kunci: Asset Recovery, Korupsi, Kerugian Negara, Pencucian Uang.