Abstrak


Perancangan Alat Ukur Tekanan pada Permukaan Telapak Tangan untuk Memilih Sarung Tangan yang Tepat pada Proses Perakitan Kursi Kuliah


Oleh :
Ranu Tri Widodo - I0317072 - Fak. Teknik

Perakitan merupakan salah satu kegiatan utama dalam industri manufaktur. Melakukan perakitan tanpa memakai sarung tangan memiliki beberapa risiko cedera akibat trauma mekanis (goresan, tusukan, cubitan, dan goresan) dan dapat terkena Carpal Tunnel Syndrome (CTS). CTS adalah suatu kondisi yang disebabkan oleh kompresi saraf median di pergelangan tangan. Gerakan berulang dan tekanan mekanis akibat penggunaan perkakas tangan merupakan salah satu penyebab CTS. Untuk mengurangi risiko cedera pada tangan, maka perlu menggunakan sarung tangan sebagai alat pelindung diri. Pemilihan sarung tangan yang tidak sesuai menyebabkan tujuan penggunaan sarung tangan tidak tercapai. Penting untuk mengetahui tekanan pada permukaan palmar selama perakitan, untuk menentukan efek pemakaian sarung tangan pada permukaan palmar. Pemilihan sarung tangan pada penelitian ini didasarkan pada tekanan maksimum pada permukaan palmar selama proses perakitan. Sehingga diperlukan suatu alat untuk mengukur tekanan pada permukaan telapak tangan yang dapat digunakan pada saat perakitan. Alat ukur menggunakan basis arduino uno dengan sensor tekanan FSR. Percobaan menggunakan full factrorial design dengan 3 faktor yaitu jenis sarung tangan, posisi pergelangan tangan, dan jenis handtools. Alat ukur tersebut memiliki akurasi 97,82%, dan mampu mengukur tekanan pada permukaan telapak tangan selama perakitan baik dengan menggunakan sarung tangan maupun tanpa menggunakan sarung tangan. Sarung tangan kulit adalah sarung tangan yang menghasilkan tekanan lebih rendah dari nylon nitrile, cotton, pvc, dan sarung tangan cut resistant. Nilai tekanan pada permukaan telapak tangan saat menggunakan sarung tangan kulit saat perakitan adalah 262,15 N dan 40% lebih rendah dibandingkan saat perakitan tanpa menggunakan sarung tangan. Dibandingkan dengan 10 ° fleksi dan 20 ° fleksi, posisi pergelangan tangan 0° fleksi selama perakitan memberikan sedikit tekanan pada permukaan palmar. Electric handtool memberikan tekanan 7% lebih sedikit dibandingkan dengan manual handtool. Berdasarkan ANOVA, faktor sarung tangan, faktor posisi pergelangan tangan, dan faktor jenis perkakas tangan berpengaruh nyata terhadap tekanan pada permukaan telapak tangan. Interaksi antara 2 atau 3 faktor juga memiliki pengaruh yang signifikan terhadap tekanan pada permukaan palmar.