Abstrak


Dogma raja-raja Keraton Surakarta Hadiningrat kaitannya dengan pendidikan dan pelestarian lingkungan hidup di wilayah Kasunanan


Oleh :
Gray. Koes Moertiyah - S820907005 - Pascasarjana

ABSTRAK GRAy. KOES MOERTIYAH, S 820907005. Dogma Raja-Raja Keraton Surakarta Hadiningrat Kaitannya Dengan Pendidikan Dan Pelestarian Lingkungan Hidup di Wilayah Kasunanan. Tesis. Program Pendidikan Kependudukan dan Lingkungan Hidup. Program Pascasarjana Universitas Sebelas Maret Surakarta. 2008. Tujuan penelitian ini adalah untuk : 1) Mengetahui Raja-raja Keraton Surakarta Hadiningrat dan Mataram II yang dengan tegas menciptakan dogma-dogma yang isinya setara dengan pendidikan dan kelestarian lingkungan hidup, 2) Mengetahui realisasi yang dilakukan oleh Raja-raja Keraton Surakarta Hadiningrat dan Mataram berkaitan dengan dogma yang memuat pendidikan dan pelestarian lingkungan hidup pada masa pemerintahannya, 3)Mengetahui dogma dan ajaran-ajaran dari peninggalan raja-raja Keraton Surakarta Hadiningrat yang masih digunakan sebagai patokan atau pedoman masyarakat Jawa yang kaitannya dengan pendidikan dan pelestarian lingkungan hidup, serta 4) Mengetahui dalam masa-masa dinasti raja-raja Keraton Surakarta Hadiningrata adakah yang melakukan penyelesaian kasus persengketaan masalah lingkungan dengan menggunakan kearifan lokal. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif dengan jenis pendekatan penelitiaan non eksperimen. Data penelitian ini dikumpulkan melalui pengamatan, wawancara, pembuatan cantatan lapangan dan penggunaan dokumen.. Data penelitian ini mencakup data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh secara langsung dari lapangan, baik dalam pengamatan fisik maupun pengambilan data secara mendalam dengan responden. Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh kesimpulan sebagai berikut: 1), Raja-raja Keraton Surakarta Hadiningrat dan Mataram yang menciptakan dogma yang bermuatan pendidikan lingkungan hidup dan pelestarian lingkungan adalah: Sultan Agung, Sri Susuhunan Pakubuwono IV, Sri Susuhunan Pakubuwono V, Sri Susuhunan Pakubuwono VII, Sri Susuhunan Pakubuwono X, Sri Susuhunan Pakubuwono XII, 2) Realisasi yang dilakukan raja-raja Mataram dan Keraton Surakarta Hadiningrat yaitu dengan melakukan dan membuat berbagai macam kegiatan yang bermuatan pendidikan lingkungan hidup serta pelestarian lingkungan yang bermanfaat bagi keraton dan masyarakat yang berada di bawah pemerintahannya, 3) Dogma ajaran-ajaran yang masih digunakan dan dimanfaatkan masyarakat Jawa, adalah: Tri Prasetya ( Mamayu Hayuning Jagad, Mangasah Mingising Bumi dan Mangasuh Malaning Bumi), Serat Wulangreh, Serat Centhini, Perbaikan Pranata Mangsa dan Pengibaran bendera Gula Kelapa, 4) Raja-raja Keraton Surakarta Hadiningrat dan Kerajaan Mataram yang melakukan penyelesaian dalam persengketaan yang berkaitan dengan lingkungan menggunakan kearifan lokal yaitu Sultan Agung dengan kasus Kerajaan Palembang dan Sri Susuhunan Paku Buwono VII dengan kasus tanah Kasunanan Surakarta yang terselip di Kasultanan Yogyakarta. vv