Abstrak


Kampanye penghapusan kesenjangan komunikasi antara penderita tunarungu dan masyarakat melalui desain komunikasi visual


Oleh :
Patricia Wicaksananingsih - C.0702030 - Fak. Sastra dan Seni Rupa

ABSTRAK 2008. Pengantar karya Tugas Akhir ini berjudul Kampanye Penghapusan Kesenjangan Komunikasi Antara Penderita Tunarungu Dan Masyarakat Melalui Desain Komunikasi Visual. Adapun Permasalahan yang dikaji adalah bagaimana menciptakan strategi kampanye yang tepat untuk mengenalkan sebuah sistem bahasa isyarat yang digunakan oleh penderita tunarungu kepada masyarakat luas. Dalam kehidupan sehari-hari manusia atau individu dituntut untuk dapat berkomunikasi dengan orang lain atau antar anggota kelompok dalam masyarakat. Komunikasi tersebut dapat terjalin dengan baik apabila antara indivudu yang satu dengan individu yang lain dapat saling mengerti dan saling memahami makna serta maksud dan tujuan yang ingin disampaikan. Salah satu media yang umum digunakan dalam berkomunikasi menggunakan bahasa melalui oral (lisan). Namun berbeda halnya dengan anak-anak tunarungu. Media komunikasi yang sering digunakan oleh mereka yang tunarunggu adalah isyarat. Oleh karena itu, masalah terbesar yang dihadapi oleh anak tunarungu adalah terhambatnya komunikasi dengan lingkungan. Hal ini disebabkan masyarakat belum sepenuhnya menaruh perhatian kepada anak tunarungu. Untuk menghindari dan mencegah terjadinya kesenjangan komunikasi antara penderita tunarungu dan masyarakat, masyarakat perlu mengetahui informasi tentang adanya bahasa komunikasi yang lain selain bahasa lisan atau oral yaitu bahasa isyarat. Untuk itu diperlukan suatu media yang berfungsi sebagai pemberi informasi tentang adanya bahasa isyarat yang ditujukan kepada masyarakat. Hal ini dilakukan supaya masyarakat dapat menjaga keseimbangan komunikasi dengan para penderita tunarungu berawal dari dirinya sendiri dengan mempelajari bahasa isyarat. Dengan diadakannya kegiatan kampanye penghapusan kesenjangan komunikasi yang dilakukan oleh Yayasan Rehabilitasi Anak Tuna Rungu Wicara Surakarta ini diharapkan mampu menjadi media yang menjembatani terhapuskannya kesenjangan komunikasi antara masyarakat dengan para penderita tunarungu yang ada. Dengan melakukan kampanye yang tepat dan terarah dengan penggunaan media komunikasi visual yang komunikatif serta efektif akan dapat mempermudah sekaligus mempercepat komunikasi dengan sasaran audience mengenai adanya kesenjangan komunikasi dan cara pencegahannya. Strategi kampanye yang dilakukan dalam kegiatan kampanye Pengahapusan kesenjangan komunikasi ini adalah dengan mengunakan media yang komunikatif dan efektif, meliputi iklan layanan masyarakat, media cetak, dan media luar ruangan.