Abstrak


Perbedaan hitung limfosit pada mencit balb/c model sepsis paparan lipopolisakarida dengan cecal inoculum


Oleh :
Agri Vina Brahmantiani Suryono - G.0005041 - Fak. Kedokteran

ABSTRAK Sepsis adalah keadaan patologis yang dapat menyebabkan kematian, hal tersebut terjadi karena pada sepsis fase lanjut terjadi penurunan imunitas terutama disebabkan oleh karena apoptosis limfosit. Berbagai penelitian telah dilakukan untuk mendapatkan patofisiologi sepsis yang menyerupai sepsis yang sebenarnya pada manusia dan lebih terjangkau, salah satunya adalah bacterial peritonitis. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimental dengan post test only control group design. Hewan uji mencit Balb/C jantan yang dibagi kelompok K sebagai kontrol, kelompok L diberikan paparan LPS intraperitonial, kelompok C diberi cecal inoculum intraperitonial. Hitung limfosit darah tepi menggunakan metode hitung jenis tiap 100 sel darah. Data yang diperoleh dianalisis dengan One Way ANOVA dilanjutkan Post Hoc Test dengan Least Significant Difference (LSD), menggunakan program SPSS for Windows Release 15.0 Hasil penelitian menunjukkan limfosit tiap seratus sel pada kelompok K 89,7±4,6, kelompok L 88,2±2,6, dan kelompok C 68,7±10,6. Dengan Post Hoc Test didapatkan perbedaan yang bermakna antara hitung limfosit kelompok K dengan kelompok C (p=0,000) dan kelompok L dengan C (p=0,003). Sedangkan hitung limfosit kelompok K dengan L perbedaannya tidak bermakna (p=0,114). Dari hasil penelitian ini disimpulkan bahwa terdapat perbedaan hitung limfosit pada mencit balb/c antara paparan LPS dengan cecal inoculum. Kata kunci : sepsis, LPS, cecal inoculum, limfosit