Permasalahan dalam penelitian ini adalah 1) Bagaimana Gambaran perempuan dalam puisi Bersatulah Pelacur-Pelacur Kota Jakarta? 2) Bagaimana bentuk keberpihakan Rendra terhadap perempuan yang digambarkan dalam puisi Bersatulah Pelacur-Pelacur Kota Jakarta? Tujuan penelitian ini adalah 1) Mendeskripsikan Gambaran perempuan dalam puisi Bersatulah Pelacur-Pelacur Kota Jakarta. 2) Mendeskripsikan bentuk keberpihakan Rendra selaku pengarang laki-laki terhadap perempuan melalui Gambaran yang dituliskan dalam puisi Bersatulah Pelacur-Pelacur Kota Jakarta.
Metode penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif. Objek dari penelitian ini adalah puisi Bersatulah Pelacur-Pelacur Kota Jakarta. Data penelitian ini adalah puisi Bersatulah Pelacur-Pelacur Kota Jakarta yang menggambarkan Gambaran perempuan dan sikap pengarang terhadap teks tersebut. Sumber data penelitian ini ada 2 data, yaitu data primer dan sekunder. Data primer dari penelitian ini adalah puisi Bersatulah Pelacur-Pelacur Kota Jakarta. Adapun data sekunder didapatkan dari jurnal, skripsi, dan buku yang berhubungan dengan objek penelitian. Teknik penarikan kesimpulan ini dilakukan dengan melalui ragam induktif, yaitu penarikan simpulan dari data yang bersifat khusus dan mampu mendapatkan simpulan yang bersifat umum.
Berdasarkan analisis penelitian yang menggunakan kritik sastra feminis, simpulan penelitian ini adalah 1) Gambaran perempuan yang ada dalam puisi Bersatulah Pelacur-Pelacur Kota Jakarta perempuan dinilai sebagai makhluk yang lemah dan hanya sebatas pemuas nafsu. Perempuan yang mengalami penindasan yang dilakukan oleh laki-laki dan dianggap sebagai kanca wingking. 2) Ketidakadilan yang diterima perempuan untuk melangsungkan kehidupan yang lebih baik menjadi garis besar Rendra menuliskan karyanya. Kemiskinan dan penindasan yang banyak dirasakan oleh perempuan menjadi faktor utama laki-laki untuk memanfaatkan perempuan sebagai media pemuas nafsu.
Kata kunci: Gambaran, penindasan, feminis, Rendra.