Abstrak


Daya antibakteri ekstrak rimpang kencur (kaempferia galanga) terhadap pertumbuhan streptococcus β hemolyticus dari penderita tonsilo-faringitis akut


Oleh :
Vita Wulan Sari - G.0005205 - Fak. Kedokteran

ABSTRAK Ekstrak Rimpang Kencur (Kaempferia galanga) mengandung minyak atsiri, sesquiterpenoid, flavonoid, senyawa fenolik atau polyfenol dan alkaloid yang diduga mampu menghambat pertumbuhan bakteri. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui ada tidaknya daya antibakteri ekstrak rimpang kencur terhadap pertumbuhan Streptococcus β Hemolyticus. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorik dengan teknik total sampling sebanyak 15 sampel, yang diperoleh dari identifikasi usap tenggorok penderita tonsilo-faringitis akut di Laboratorium Mikrobiologi FK UNS. Subjek penelitian adalah bakteri Streptococcus β Hemolyticus pada media agar darah yang distandarisasi dengan Mc Farland 0,5 kemudian dioleskan dengan kapas lidi steril pada agar darah plate yang telah dibuat sumuran di dalamnya. Sumuran yang telah dibuat, ditetesi dengan aquabidest sebagai kontrol negatif, ekstrak rimpang kencur dengan kadar 100%, 75%, 50%, dan disk antibiotik penicilin 10µg sebagai kontrol positif. Diinkubasi selama 24 jam, kemudian zona hambatan pertumbuhan yang terbentuk diukur. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan uji Anova dan dilanjutkan dengan post hoc test. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan daya hambat yang bermakna (p<0,05) antara kontrol positif (18,73mm) dengan ekstrak rimpang kencur kadar 50% (7,23mm), 75% (9,23mm), dan 100% (9,93mm). Begitu pula terdapat perbedaan yang bermakna (p<0,05) antara ekstrak rimpang kencur kadar 50% (7,23mm) dengan ekstrak rimpang kencur kadar 75% (9,23mm), 100% (9,93mm), dan kontrol positif (18,73mm). Terdapat perbedaan yang bermakna (p<0,05) antara ekstrak rimpang kencur kadar 75% (9,23mm) dengan ekstrak rimpang kencur kadar 50% (7,23mm), 100% (9,93mm), dan kontrol positif (18,73mm). Juga terdapat perbedaan yang bermakna (p<0,05) antara ekstrak rimpang kencur kadar 100% (9,93mm) dengan ekstrak rimpang kencur kadar 50% (7,23mm), 75% (9,23mm), dan kontrol positif (18,73mm). Simpulan penelitian ini membuktikan ekstrak rimpang kencur dapat menghambat pertumbuhan Streptococcus β Hemolyticus, namun pengaruh ekstrak rimpang kencur kadar 50%, 75%, 100% lebih lemah [p (sig.) < 0,05] jika dibandingkan dengan kontrol positif antibiotik penicilin 10µg. Kata kunci : Ekstrak rimpang kencur (Kaempferia galanga) ¬- Antibakteri - Streptococcus β Hemolyticus