Abstrak


Desain Interior Co-Working and Living Space Dengan Gaya Memphis di Yogyakarta


Oleh :
Nadhifah Yumna Nur Fajriyah - C0817043 - Fak. Seni Rupa dan Desain

Dewasa  ini  perkembangan  teknologi  dan  internet  membawa  pengaruh yang sangat besar terutama dalam perekonomian kreatif Indonesia. Berdasarkan data situs resmi Badan Pusat Statistik (BPS) per bulan Februari 2019, sebanyak
57,27%  (74,08  juta  orang)  masyarakat  Indonesia  saat  ini  bekerja  di  sektor informal. Hal tersebut menunjukkan bahwa sektor informal banyak diminati oleh masyarakat Indonesia. Fasilitas Co-working Space merupakan jawaban bagi permasalahan para pekerja informal karena memberikan keleluasan bagi pengguna untuk beraktivitas baik solo activities, group activities, congenial activities, ataupun socializing. Namun perkembangan Co-working Space tersebut dianggap masih memiliki kekurangan dalam mendorong ekosistem start up. Dikutip dari wawancara Techinasia dengan Investment analyst Fenox VC, Satrio Rama Wicaksono mengatakan bahwa “Co-working Space yang ada saat ini tidak bisa mengatasi masalah yang sebenarnya juga dihadapi oleh para founder start up, yaitu kebutuhan akan tempat tinggal yang harganya kini semakin mahal” (Techinasia, 2017). Co-living merupakan jawaban permasalahan para pekerja informal akan kebutuhan tempat tinggal dengan menyediakan sebuah tempat yang berkonsep kolaborasi antara pekerjaan dan tempat tinggal yang nyaman. Menurut Satrio Rama Wicaksono, Co-living merupakan konsep tempat tinggal seperti apartment yang di dalamnya terdapat ruang kerja bersama yang bisa digunakan penghuni untuk bekerja (Techinasia, 2017). Tujuan dari perancangan Co-working and living Space adalah mempermudah para pekerja informal untuk menyeimbangkan  antara  kebutuhan  bekerja  dengan  kebutuhan  tempat  tinggal dalam satu tempat.

Kata kunci : Desain Interior, Co-working and living Space, Memphis