Abstrak


Hubungan Postur Kerja dan Masa Kerja Dengan Kelelahan Kerja pada Pekerja di Industry Tenun Sukoharjo


Oleh :
Iva Raras Nastiti - R0217055 - Sekolah Vokasi

Latar Belakang : Postur kerja tidak ergonomis akan menimbulkan kontraksi otot secara isometris (melawan tahanan) pada otot utama yang terlibat dalam pekerjaan. Postur tidak alamiah dapat menyebabkan otot tidak dapat bekerja efisien, oleh karena itu, otot memerlukan kekuatan lebih untuk dapat menyelesaikan tugasnya, di mana hal ini dapat meningkatkan beban yang dapat menyebabkan kelelahan dan ketegangan pada otot dan tendon. (Kuswati, 2008). . Kelelahan ini terjadi karena berbagai faktor, antara lain postur kerja yang statis selama bekerja, gerakan yang berulang selama bekerja dan masa kerja. Penelitian ini untuk mengetahui hubungan postur kerja dan masa kerja dengan kelelahan kerja pada pekerja mebel di Industri Tenun Sukoharjo.
Metode : Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif observasional dengan pendekatan Cross Sectional karena variabel sebab dan akibat yang terjadi pada objek penelitian diukur atau dikumpulkan dalam waktu yang bersamaan dan dilakukan pada situasi yang sama. Responden diambil dari pekerja di Industri Tenun Sukoharjo 50 pekerja. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan total sampling.Variabel bebas dalam penelitian ini adalah postur kerja yang diukur dengan menggunakan lembar kerja penilaian metode REBA danmasa kerja. Variabel terikat dalam penelitian ini adalah kelelahan kerja yang diukur dengan menggunakan kuesioner KAUPK2. Teknik analisis data bivariat yang digunakan adalah Uji Korelasi somers’d dan multivariat dengan Uji Regresi Ordinal Berganda
Hasil : Hasil penelitian menunjukkan hasil uji bivariat postur kerja dengan kelelahan kerja memunjukkan nilai p = 0.007 dengan nilai arah korelasi + (positif) kekuatan korelasi lemah, dan hasil uji bivariat masa kerja dengan kelelahan kerja menunjukkan nilai p = 0.009 dengan nilai arah korelasi + (positif) kekuatan korelasi sedang. Hasil uji miltivariat dengan menggunakan Uji Regresi Ordinal menunjukkan bahwa nilai signifikansi variabel postur kerja sebesar 0.037 (<0>Simpulan : Terdapat hubungan yang bermakna dan hubungan yang positif antara Postur Kerja dan Masa Kerja dengan Kelelahan Kerja.


Kata Kunci : Postur Kerja, Masa Kerja, Kelelahan Kerja