Abstrak


Strategi Pemerintahan Desa dalam Pemberdayaan Masyarakat melalui Program Peningkatan Produktivitas Ekonomi Perempuan (PPEP) untuk Meningkatkan Civic Participation di Desa Kedawung Kabupaten Sragen


Oleh :
Khoriatun Janah - K6416024 - Fak. KIP

Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Mengetahui strategi pemerintahan desa dalam pemberdayaan masyarakat melalui program Peningkatan Produktivitas Ekonomi Perempuan (PPEP) untuk meningkatkan civic participation  di  Desa Kedawung, Kabupaten  Sragen. 2) Mengetahui faktor pendukung dan penghambat  pemerintahan desa dalam pemberdayaan masyarakat melalui program Peningkatan Produktivitas Ekonomi Perempuan (PPEP) untuk meningkatkan civic participation  di  Desa Kedawung, Kabupaten  Sragen.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, jenis penelitian deskriptif kualitatif. Sumber data diperoleh dari informan, tempat, dan peristiwa, serta dokumen dan arsip. Teknik sampling menggunakan purposive sampling. Teknik pengumpulan data dengan observasi, wawancara, dan analisis dokumen. Validitas data menggunakan triangulasi data dan triangulasi metode. Analisis data menggunakan model analisis interaktif.
Simpulan hasil penelitian: 1) Strategi pemerintahan desa dalam pemberdayaan masyarakat melalui program PPEP untuk meningkatkan civic participation  di  Desa Kedawung, Kabupaten  Sragen: a) Memilih petugas penyuluh, b) Memberikan sosialisasi kepada masyarakat, c) Memberikan penguatan, d) Menciptakan pemungkinan, e) Membentuk sistem berkelompok. f) Memberikan pelatihan, g) Monitoring dan evaluasi. 2) Faktor pendukung dan penghambat  pemerintahan desa dalam pemberdayaan masyarakat melalui program PPEP untuk meningkatkan civic participation  di  Desa Kedawung, Kabupaten  Sragen: a) Faktor pendukung antara lain: pertama, faktor komunikasi yang ditunjukkan dengan terjalin komunikasi dan interaksi antara Pemerintah Desa, DP3AP2KB Provinsi Jawa Tengah, dan anggota PPEP. Kedua, faktor struktur birokrasi ditunjukkan dengan adanya aturan yang telah mengatur anggaran dana yang dialokasikan ke program PPEP untuk menunjang fasilitas PPEP. Ketiga, faktor sumber daya yang ditunjukkan dengan sumber daya manusia berasal dari mentor yang terampil dalam bidangnya maupun sumber daya alam yang akan dikembangkan dalam program PPEP. b) Faktor penghambat antara lain: pertama, lemahnya institusi yang ditunjukkan belum adanya peraturan tentang  program PPEP yang dicantumkan dalam peraturan desa. Faktor penghambat kedua, terdapat perbedaan tujuan antar-aktor yang ditunjukkan dengan  sikap kurang percaya diri anggota PPEP. Faktor penghambat ketiga, hambatan dalam ekonomi yang ditunjukkan dengan perekonomian masyarakat yang rendah sehingga lebih cenderung menunggu bantuan.

Kata Kunci: pemerintahan desa, pemberdayaan masyarakat, PPEP, civic participation