Abstrak


Ketidaksantunan Berbahasa dalam Acara Komedi "Lapor Pak!" di Trans 7


Oleh :
Fatkhul Laelah - B0218019 - Fak. Ilmu Budaya

Fenomena ketidaksantunan berbahasa sudah bukan menjadi hal yang tabu. Penggunaan kosa kata tidak santun sudah banyak digunakan bahkan dalam tayangan-tayangan televisi yang menjadi konsumsi masyarakat, salah satunya acara komedi.

Permasalahan yang dibahas dalam penelitian ini adalah (1) bagaimana strategi ketidaksantunan berbahasa yang digunakan dalam acara komedi “Lapor Pak” di Trans 7? dan (2) bagaimana respons terhadap ketidaksantunan berbahasa dalam acara komedi “Lapor Pak” di Trans 7?

Tujuan dari penelitian ini adalah (1) mendeskripsikan strategi ketidaksantunan berbahasa yang digunakan dalam acara komedi “Lapor Pak” di Trans 7 dan (2) mendeskripsikan respons terhadap ketidaksantunan berbahasa dalam acara komedi “Lapor Pak” di Trans 7.

Penelitian ini termasuk jenis penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalalah pendekatan pragmatik. Sumber data penelitian ini adalah kanal YouTube Trans 7 pada playlist “Lapor Pak”. Data yang diambil berupa dialog yang mengandung strategi dan respons terhadap ketidaksantunan yang dituturkan antarpemain. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode simak dengan teknik unduh dan catat. Metode analisis data yang digunakan adalah metode analisis kontekstual.  Data dianalisis berdasarkan taksonomi ketidaksantunan menurut Culpeper (1996). Metode penyajian hasil analisis data dalam penelitian ini menggunakan teknik penyajian informal.

Hasil analisis data dalam penelitian ini meliputi (1) ditemukan empat strategi ketidaksantunan, yakni strategi ketidaksantunan secara langsung (bald on record impoliteness), strategi ketidaksantunan positif (positive impoliteness), strategi ketidaksantunan (negative impoliteness), dan kesantunan semu atau pura-pura (mock politeness). Strategi ketidaksantunan positif meliputi (i) mengabaikan orang lain, (ii) menarik diri, (iii) menunjukkan rasa ketidaktertarikan, (iv) menggunakan julukan yang bersifat menghina, (iv) menggunakan bahasa yang membuat orang lain tidak nyaman. Strategi ketidaksantunan negatif meliputi (i) menakut-nakuti, (ii) mengejek orang lain, (iii) mengkritik orang lain, (iv) merendahkan orang lain, (v) menyalahkan orang lain. Selanjutnya, (2) ditemukan respons terhadap ketidaksantunan meliputi strategi ofensif-ofensif, strategi ofensif-defensif, menerima, dan tidak merespons.