Abstrak


Pengelolaan Arsip Dokumen Standar Operasional Prosedur (SOP) pada Departemen ISO di PT Pan Brothers Tbk Sragen


Oleh :
Wahyu Fauziya Handayani - D1519090 - Sekolah Vokasi

Wahyu Fauziya Handayani. D1519090. Pengelolaan Arsip Dokumen Standar  Operasional Prosedur (SOP) Pada Departemen ISO di PT Pan Brothers Tbk Sragen. Laporan Tugas Akhir. Program Studi Diploma III Manajemen Administrasi. Sekolah Vokasi. Universitas Sebelas Maret Surakarta. 2022. 67 Halaman.

 

       Dokumen Standar Operasional Prosedur (SOP) penting bagi suatu instansi atau perusahaan karena dokumen ini akan menjadi standar dalam pelaksanaan prosedur kerja, agar sesuai dengan visi, misi, dan tujuan perusahaan. Mengingat pentingnya dokumen SOP bagi suatu instansi atau perusahaan maka pengelolaan arsip dokumen SOP harus dengan baik dan sistematis supaya dapat meningkatkan produktifitas kinerja sehingga tujuan perusahaan dapat tercapai.

       Tujuan dari pengamatan ini adalah untuk mengetahui bagaimana pengelolaan arsip dokumen Standar Operasional Prosedur (SOP) pada Departemen ISO di PT Pan Brothers Tbk Sragen. Pengamatan ini menggunakan metode deskriptif kualitatif yaitu metode menyelesaikan masalah dengan cara mendeskripsikan secara rinci dan mendalam mengenai kondisi yang sebenarnya terjadi. Teknik pengumpulan data diperoleh melalui wawancara dengan supervisor Departemen ISO, observasi secara langsung dan dokumentasi untuk mengumpulkan informasi dan data guna mendukung pengamatan tentang permasalahan yang diamati penulis.

       Hasil dari pengamatan ini menunjukan bahwa pengelolaan arsip dokumen Standar Operasional Prosedur (SOP) pada Departemen ISO di PT Pan Brothers Tbk Sragen meliputi: Pertama, penciptaan arsip yang dilakukan dengan penerimaan draf, pencatataan dan pendistribusian. Kedua penyimpanan arsip dokumen SOP yang dilakukan secara manual dan elektronik. Ketiga, pemeliharaan arsip yang masih memiliki nilai guna. Keempat, penyusutan arsip yang dilakukan terhadap arsip yang sudah tidak memiliki nilai guna yang dilakukan dengan tiga cara yaitu pembakaran, penjualan setelah dokumen dihancurkan dan penggunan kembali lembar yang masih kosong.