Lava Bantal merupakan salah satu warisan geologi (geoheritage) yang dikembangkan menjadi objek edukasi, penelitian, dan wadah kegiatan wisata yang dikemas dalam konsep kawasan wisata. Rencana pengembangan Geoheritage Lava Bantal menjadi kawasan wisata dengan upaya konservasi dan pemberdayaan masyarakat sekitar tercantum dalam peraturan daerah setempat. Pengembangan sebuah kawasan dengan potensi alam yang melimpah menjadi sebuah kawasan wisata dengan kebutuhan ruang dan kegiatan yang kompleks dapat berdampak negatif terhadap alam seperti kerusakan alam. Arsitektur ekologis menjadi strategi yang diterapkan dalam Kawasan Wisata Lava Bantal Sleman untuk melestarikan Geoheritage Lava Bantal, memelihara kekayaan alam dalam kawasan, meminimalisir kerusakan alam pasca pembangunan, dan melibatkan masyarakat lokal dalam pelaksanaan kegiatan wisata. Prinsip-prinsip arsitektur ekologis diimplementasikan pada seluruh elemen rancang bangun dalam proses desain agar tercipta kawasan dan bangunan ekologis. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode deskriptif-kualitatif melalui tahapan identifikasi permasalahan, pengumpulan data, analisis data, sintesis data yang menghasilkan konsep perencanaan dan perancangan, kemudian ditransformasikan menjadi desain Kawasan Wisata Lava Bantal Sleman. Hasil dari penelitian ini berupa konsep perencanaan dan perancangan Kawasan Wisata Lava Bantal Sleman dengan penerapan arsitektur ekologis pada elemen rancang bangun baik dalam lingkup kawasan (makro) yang meliputi pengolahan tapak, pengolahan lansekap, konservasi sungai, dan utilitas kawasan; serta lingkup bangunan (mikro) yang meliputi sistem bangunan seperti bentuk, struktur, tampilan, dan utilitas bangunan.