;
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) Implementasi model konseptual perencanaan pembelajaran problem-based learning berbantuan edmodo terhadap hasil belajar peserta didik SMK Batik 1 Surakarta ditinjau dari kemampuan berpikir kritis. 2) Pelaksanaan pembelajaran problem-based learning berbantuan edmodo terhadap hasil belajar peserta didik SMK Batik 1 Surakarta ditinjau dari kemampuan berpikir kritis. 3) Faktor-faktor menghambat dan evaluasi dari implementasi model pembelajaran problem-based learning berbantuan edmodo terhadap hasil belajar peserta didik SMK Batik 1 Surakarta ditinjau dari kemampuan berpikir kritis. Penelitian ini menggunakan bentuk penelitian kualitatif dengan strategi studi kasus. Sampling yang digunakan adalah Purposive dan Snowball Sampling dengan informan kepala sekolah, wakil kepala sekolah bidang kurikulum, staff wakil kepala sekolah bidang kurikulum, guru produktif, dan peserta didik. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara terstruktur, observasi non partisipan, studi dokumen. Teknik yang digunakan dalam menganalisis data adalah dengan menggunakan software QSR Nvivo 12 Plus. Hasil dari penelitian ini menyimpulkan bahwa: 1) Implementasi model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) belum dilaksanakan secara optimal dalam mengasah daya kritis peserta didik; 2) Implementasi penggunaan media LMS Edmodo belum diterapkan oleh seluruh pendidik dan pendidik kesulitan dalam pengoperasiannya 2) Hambatannya yaitu penerapan model PBL yang masih harus dikaji dan diterapkan secara optimal dan sarana prasarana pendukung media Edmodo belum mencukupi. Evaluasi yang ditempuh oleh sekolah dalam mengatasi hambatan tersebut adalah: 1) Pendidik diperbolehkan menggunakan model pembelajaran lainnya selama pembelajaran daring yang disesuaikan dengan kondisi peserta didik, 2) Penggunaan media daring disesuaikan dengan kemampuan pendidik dan peserta didik dalam mengoperasikan media tersebut, 3) Melakukan pembelajaran luring bagi peserta didik yang belum memahami materi secara daring ataupun terkendala infrastruktur