Abstrak


NORMALISASI RAPE CULTURE DALAM FILM


Oleh :
Dea Arum Puspitasari - D0218023 - Fak. ISIP

Film bukan hanya sebagai media hiburan, melainkan juga salah satu media penyampaian pesan yang efektif karena kemasifannya. Film dapat membawa pembaharuan dan perubahan untuk penonton. Oleh sebab itu, dewasa ini film sering dikaitkan dengan sebuah isu yang sedang berkembang di masyarakat, salah satunya adalah rape culture pada perempuan. Isu rape culture pada perempuan korban ketidakadilan gender saat ini sangat memprihatinkan. Bagaimana korban tidak didukung secara moral dan psikis tapi justru dihakimi, diremehkan, disalahkan, dan dipermalukan atas hal yang tidak mereka inginkan.

Film Penyalin Cahaya adalah salah satu karya seni perfilman terbaru yang mengangkat isu pelecehan seksual. Menceritakan seorang korban pelecehan seksual yang berjuang dengan rasa sakitnya demi mencari keadilan bagi dirinya. Ketika dalam proses pencarian keadilan ini, Ia mengalami rape culture oleh orang-orang disekitarnya.

Peneliti berusaha menemukan alur dan proses representasi bentuk-bentuk rape culture tersebut dalam film. Analisis dilakukan dengan memaknai tanda, simbol, dan lambang menggunakan pendekatan semiotika Charles Sanders Pierce dengan metode triangle yang terdiri dari representamen, obyek, dan interpretan. 

Kemudian, peneliti dapat menarik kesimpulan bahwa terdapat bentuk-bentuk rape culture pada perempuan korban pelecehan seksual yang direpresentasikan dalam film Penyalin Cahaya.