Abstrak


Analisis Implikatur Dalam Meme Berbahasa Jawa di Media Sosial Twitter Serta Pemanfaatannya Sebagai Bahan Ajar Bahasa Jawa di SMA


Oleh :
Dewi Mustikasari - K4218019 - Fak. KIP

Penelitian ini bertujuan untuk (1) menjelaskan bentuk implikatur pada meme berbahasa Jawa di media sosial Twitter, (2) menjelaskan fungsi pragmatis implikatur pada meme berbahasa Jawa di media sosial Twitter, serta (3) menjelaskan pemanfaatannya sebagai bahan ajar bahasa Jawa di SMA.  Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan metode analisis interaktif, yakni mengumpulkan data, mereduksi data, menyajikan data, dan menyimpulkan data secara objektif mengenai bentuk dan fungsi pragmatis implikatur dalam meme berbahasa Jawa di media sosial Twitter serta pemanfaatannya sebagai bahan ajar bahasa Jawa di SMA. Data dalam penelitian ini berupa kata atau kalimat dan gambar dalam meme berbahasa Jawa di media sosial Twitter yang mengandung implikatur serta transkrip hasil wawancara. Sumber data dalam penelitian ini berupa dokumen yang berasal dari dua akun media sosial Twitter dan informan (guru Bahasa Jawa, siswa kelas XII, dan ahli bahasa). Teknik pengumpulan data dalam penelitian menggunakan analisis dokumen dan wawancara.

Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa dari 23 data terdapat 10 data yang mengandung implikatur berbentuk konvensional dan 13 data mengandung implikatur berbentuk nonkonvenvensional dengan presentase implikatur konvensional bertema sosial 28,57?n nonkonvensional 71,43%, implikatur konvensional tema pendidikan (bahasa) 71,43?n nonkonvensional 28,57%, serta implikatur konvensional dan nonkonvensional tema politik masing-masing 50%. Selanjutnya, fungsi pragmatis implikatur yang ditemukan dalam meme berbahasa Jawa di media sosial Twitter terdiri dari tiga jenis fungsi, yakni 16 fungsi asertif, 5 fungsi direktif, dan 2 fungsi ekspresif dengan fungsi berupa memberi nasihat, menyatakan, melarang, menunjukkan, mengeluh, dan menanyakan. Berdasarkan hasil analisis mengenai bentuk dan fungsi implikatur yang ada pada meme berbahasa Jawa di media sosial Twitter, pemanfaatan hasil analisis sebagai bahan ajar bahasa Jawa di SMA sesuai untuk digunakan pada Kompetensi Dasar memahami teks anekdot di kelas XII.