;
Tujuan penelitian ini adalah mengkaji kegiatan peran dan kegiatan manajemen dalam menciptakan iklim komunikasi organisasi pada Satuan Kerja Inspektorat Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Republik Indonesia. Dimensi iklim komunikasi menggunakan teori Pace dan Faules sedangkan peran manajemen oleh Mintzberg. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode studi kasus. Data primer dikumpulkan melalui wawancara mendalam secara tatap muka dan online terhadap sembilan narasumber. Validitas data menggunakan triangulasi sumber. Teknik analisis data menggunakan model perumusan proposisi. Simpulan penelitian menunjukkan bahwa ketiga satuan kerja Inspektorat BPK, yaitu manajemen Inspektorat Pemerolehan Keyakinan Mutu Pemeriksaan (PKMP), Pemeriksaan Internal dan Mutu Kelembagaan (PIMK), dan Penegakan Integritas (PI) memiliki persamaan dan perbedaan peran dan kegiatan dalam menciptakan iklim komunikasi organisasi. Persamaannya adalah ketiga satuan kerja mengedepankan peran manajemen Interpersonal pada dimensi Kepercayaan, Pembuatan Keputusan Bersama, Kejujuran, Mendengarkan dalam Komunikasi ke Atas, dan Perhatian pada Tujuan Berkinerja Tinggi; peran Informational pada dimensi Keterbukaan terhadap Komunikasi ke Bawah; dan peran Decisional pada dimensi Kepercayaan dan Kejujuran. Sedangkan perbedaannya adalah tiap-tiap satuan kerja Inspektorat melengkapi peran manajemen pada dimensi iklim komunikasi organisasi secara berbeda.
Kata kunci: Iklim Komunikasi, Peran Manajemen, Pengawas Internal, Badan Pemeriksa Keuangan