Abstrak


Pengaruh Ekstrak Etanolik Daun Kelor (Moringa Oleifera, Lam.) Terhadap Tingkat Ekspresi Bax Jaringan Testis Tikus Wistar (Rattus Norvegicus) Model Sindrom Metabolik Terinduksi


Oleh :
Roisya Nur Farhania - G0018182 - Fak. Kedokteran

Di Indonesia, prevalensi sindrom metabolik (SM) pada tahun 2019 sebanyak 21,66%. Kondisi obesitas dan hiperglikemia pada SM mengakibatkan peningkatan stress oksidatif sehingga terjadi ketidakseimbangan rasio BAX/BCL-2 yang pada akhirnya menyebabkan infertilitas. Ekstrak etanolik daun kelor (Moringa oleifera, Lam.) diketahui dapat memperbaiki kondisi SM, namun sejauh ini belum ada penelitian terkait efek ekstrak etanolik daun kelor terhadap ekspresi BAX pada organ testis yang diakibatkan oleh kondisi SM. Penelitian bersifat eksprerimental laboratorik dengan gabungan pre-post dan posttest only group design. Tiga puluh tikus dibagi menjadi 5 kelompok (n=6), KN sebagai kelompok kontrol normal, KP sebagai kelompok kontrol positif SM, dan P1, P2, P3 sebagai kelompok SM dengan perlakuan ekstrak etanolik daun kelor dosis 150, 250, 350 mg/kgBB selama 28 hari. Induksi SM dilakukan dengan diet tinggi lemak dan injeksi streptozotocin-nicotinamide. Penilaian ekspresi Bax menggunakan Intensity Distribution Score (IDS). Analisis data IDS Bax menggunakan uji parametrik One-Way ANOVA dilanjutkan dengan Post Hoc Tukey HSD. Penilaian efek peningkatan dosis dilakukan dengan uji regresi linear sederhana. Skor IDS Bax tertinggi terdapat pada KP (286.14) dan terendah pada KN (114.42). Uji One-Way ANOVA didapatkan perbedaan bermakna dengan nilai p=0,0000 (p<0>R square 0,364. Variasi dosis ekstrak etanolik daun kelor berpengaruh pada perbedaan perbaikan ekspresi Bax jaringan testis tikus Wistar model SM. Pada penelitian ini, perbaikan ekspresi Bax paling signifikan diamati pada dosis 150mg/kgBB namun belum optimal.