Wisata halal merupakan industri baru yang muncul sebagai tren global saat ini. Dalam mengembangkan industri ini, Indonesia menempati posisi pertama dalam Global Muslim Travel Index (GMTI) 2019. Namun, belum diketahui apakah wisata halal ini sudah memenuhi aspek sustainability atau belum. Penelitian ini akan menganalisis aspek keberlanjutan pekerjaan yang layak dan pertumbuhan ekonomi pariwisata halal di Kabupaten Lombok Tengah. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan menggunakan data indikator nasional dan global untuk melihat aspek keberlanjutan. Kajian ini menemukan bahwa Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Lombok Tengah belum mencapai angka minimum global sebesar 7%. Tingkat inklusi keuangan di NTB juga belum mencapai standar nasional 75%, dimana di NTB hanya 62,7%, hal ini menunjukkan akses keuangan Lombok Tengah belum optimal. Tingkat anak muda yang tidak bekerja atau bersekolah meningkat dari tahun 2017-2019 yang menjadi salah satu faktor ketidakberlanjutan. Kelompok sadar wisata (Pokdarwis) di Lombok Tengah juga belum optimal, karena hanya 2 dari 44 Pokdarwis yang saat ini berjalan. Oleh karena itu, penelitian ini menjawab bahwa pengembangan wisata halal di Lombok Tengah belum berkelanjutan.