Kota Surakarta memiliki kekayaan berupa kuliner, termasuk street food yang menyajikan aneka produk pangan. Produk pangan harus terjamin keamanannya agar konsumen terlindungi kesehatannya. Penyakit bawaan makanan dapat timbul jika mengonsumsi makanan yang telah terkontaminasi oleh mikroorganisme. Sehingga keamanan pangan perlu diperhatikan, terutama pada street food. Penjamah makanan berperan penting dalam proses penanganan dan pengolahan makanan sehingga diperlukan pengetahuan, sikap, dan praktik yang baik agar tidak terjadi keracunan pangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat dan hubungan antara pengetahuan, sikap, dan praktik serta hubungan antara pengetahuan, sikap, dan praktik dengan pelatihan keamanan pangan. Penelitian ini dilakukan dengan survei terkait pengetahuan, sikap, dan praktik dengan penyebaran kuesioner kepada para penjamah makanan di street food Kota Surakarta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa para penjamah makanan di street food Kota Surakarta memiliki tingkat pengetahuan sebesar 74,23% terkait personal hygiene (90,96%), cross contamination and sanitation (93,01%), time and temperature control (59,10%), serta foodborne pathogens (49,88%). Tingkat sikap sebesar 69,44?n praktik sebesar 78,64%. Terdapat hubungan antara pengetahuan dan sikap (p-value = 0,001), pengetahuan dan praktik (p-value = 0,000), serta sikap dan praktik (p-value = 0,000). Terdapat hubungan antara praktik dengan pelatihan (p-value = 0,032), namun tidak terdapat hubungan antara pengetahuan dengan pelatihan (p-value = 0,475), sikap dengan pelatihan (p-value = 0,262) pada penjamah makanan di street food Kota Surakarta.